Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mendorong warga nahdliyyin khususnya Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Mojokerto untuk terus mengembangkan dan melestarikan seni budaya sesuai dengan nilai-nilai NU. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Harlah Lasbumi NU ke di Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto.
“Karena Lesbumi NU Kabupaten Mojokerto berada di pusat ibu kota Kerajaan Majapahit, maka berarti nilai seni budaya nya harus dikembangkan, dilestarikan, dan harus diwarnai dengan nilai-nilai NU ini. Tentu berbeda dengan di daerah lain,” ungkapnya, Kamis (30/5/2024).
Sebagai daerah bekas kerajaan Majapahit, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, seni budaya menjadi identitas daerah yang harus dilestarikan melalui Lesbumi NU ini. Ini lantaran Lesbumi adalah lembaga yang menaungi para seniman dan budayawan NU.
“Artinya di sini ada syiar agama Islam, dalam hal ini NU oleh para seniman dan budayawan nya. Dan pasti pelakunya ini tidak sembarangan. Ada kyai, gus, ning dan bu nyai dan pasti semuanya berjiwa seni.Bagaimana kemudian adat istiadat, seni dan budaya leluhur kita yang adiluhung ini bisa dilestarikan, sehingga menjadi nilai-nilai untuk meningkatkan ketaqwaan,” pungkasnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga mengapresiasi ikhtiar dan kegiatan yang dilakukan oleh seniman dan budayawan NU ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Mojokerto. Ia juga menaruh harapan besar kepada seniman budayawan NU untuk terus melestarikan adat istiadat, seni dan budaya adiluhung. [tin/aje]
![Bupati Mojokerto: Lesbumi Kembangkan Seni Budaya Sesuai Nilai-nilai NU Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat menghadiri Harlah Lesbumi ke 64 di Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basuni Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (31/5/2024) malam. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/05/1717126711041_copy_1500x1000_pBKcEBAd2s-1024x683.jpeg)





