Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melaunching sistem aplikasi rawat luka di rumah (Siap Ramah) berbasis platform digital milik RSUD Prof dr Soekandar. Terobosan ini dilakukan oleh rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sebagai strategi peningkatan pelayanan perawatan pasien bedah pasca operasi.
Launching aplikasi yang berlangsung di Command Center RSUD Prof dr Soekandar, Selasa (28/11/2023). Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mojokerto Mieke Juli Astutik dan Ketua Dewan Pengawas Arief Alamsyah.
Dalam laporannya, Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Djalu Naskutub menjelaskan, aplikasi ‘Siap Ramah’ tersebut sebagai kemudahan pasien bedah pasca operasi dalam mendapatkan perawatan di rumah. Sehingga pasien tidak perlu datang ke rumah sakit serta dapat mengurangi terjadinya infeksi setelah pasca operasi.
“Ini adalah strategi pelayanan pasca operasi. Salah satunya dengan strategi kita supaya tidak hilang pasien setelah operasi dan dari kita mengikuti sampai rumah melihat kondisi pasien setelah operasi dan akan terpantau terus terkait dengan operasi. Sehingga betul-betul pasien bisa puas setelah operasi di RSUD Soekandar, terbantu terus,” ucapnya.
BACA JUGA: Tingkatkan Pelayanan Masyarakat Berbasis Digital, Bupati Mojokerto Buka Sosialisasi dan Bimtek Arsitektur SPBE 2024-2028
Masih kata dr Djalu, aplikasi ‘Siap Ramah’ memakai sistem pembayaran non tunai sehingga dapat meningkatkan transparansi di RSUD Prof dr Soekandar. Pada tahun 2024, diharapkan aplikasi ‘Siap Ramah’ akan terus dikembangkan termasuk dalam sistem pemesanan ambulans.
“Nanti dengan adanya aplikasi pembayaran non tunai, transparansi lebih terjaga, karena bayarnya sudah pakai aplikasi. Jadi teman-teman datang hanya merawat luka ringan, sedang, dan berat. semua sudah ada tarifnya,” bebernya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengapresiasi atas dilaunchingnya aplikasi ‘Siap Ramah’ sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Prof dr Soekandar. “Mudah-mudahan ini nanti memberikan kemanfaatan yang lebih besar dan menjadi upaya meningkatkan kecintaan masyarakat kepada RSUD Prof dr Soekandar sebagai rumah sakit pemerintah yang melayani masyarakat,” harapnya.
BACA JUGA: Bupati Mojokerto Tegaskan Pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto juga menjelaskan, sebagai ASN juga dituntut keluar dari kebiasaannya dengan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Sehingga dengan adanya aplikasi Siap Ramah akan sangat membantu pasien setelah operasi dalam membutuhkan perawatan.
“Ini adalah bentuk pelayanan yang menarik untuk pasien bedah pasca operasi yang pastinya banyak yang membutuhkan, mudah-mudahan ini betul-betul menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan. Sebelum benar-benar ini nanti jalan, segala sesuatunya semuanya harus ready, siap dan rapi. Setiap petugas yang terlibat mengerti paham posisinya dan tanggung jawabnya apa,” harapnya.
Selain itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga mengimbau agar sebelum aplikasi dijalankan, RSUD Prof dr Soekandar dapat memastikan para staf yang bertugas mengerti terkait alur pekerjaan. Mulai dari pemetaan peta zona petugas hingga pasien yang harus diprioritaskan. [tin/suf]






