Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berharap program guru penggerak dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri panen hasil lokakarya pendidikan ke-7 Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 7 wilayah mitra Provinsi Jawa Timur.
Pelaksanaan panen hasil lokakarya pendidikan ke-7 yang berlangsung di SMAN 1 Puri juga dihadiri Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur Budi Prasetyo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono. Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto Tatang Marhaendrata, dan Inspektur Inspektorat Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo.
Lokakarya pendidikan CGP angkatan 7 yang diprakarsai Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur itu diikuti sedikitnya 138 calon guru penggerak di tingkat TK hingga SMA/SMK Se-Kabupaten Mojokerto. Calon guru penggerak itu juga menempuh pendidikan selama enam bulan secara daring maupun luring.
Diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang baru serta dapat menjadi pemimpin-pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, Bupati berkesempatan mengunjungi 16 stand pameran panen hasil lokakarya pendidikan ke-7 CGP angkatan 7 di SMAN 1 Puri.
“Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud Ristek menyampaikan jika saat ini masalah yang dihadapi oleh negara kita bukan lagi pada tingkat kepesertaan anak-anak dalam pendidikan, tetapi yang menjadi masalah sekarang ini adalah bagaimana kita bersama-sama bisa memberikan pendidikan yang berkualitas,” ungkapnya, Selasa (4/7/2023).
Sehingga, lanjut Bupati, Kemendikbud Ristek mengeluarkan program Merdeka Belajar dan para guru didorong untuk menjadi guru penggerak. Saat ini generasi muda berada pada situasi yang tidak aman atau dalam ancaman. Bupati menilai, sebagai guru harus bisa bergerak bersama untuk menyelamatkan generasi muda penerus bangsa Indonesia.
“Kalau kita tidak melakukan apapun dan kita hanya melihat tanpa tergerak dulu, tanpa bergerak dan tanpa menggerakkan maka kita akan tinggal menunggu waktu terkait dengan kehancuran. Saya berharap, calon guru penggerak angkatan 7 dapat lulus semua serta kehadiran para guru penggerak di Kabupaten Mojokerto semakin meningkat, karena saat ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak atau generasi muda Bumi Majapahit,” katanya.
Sementara itu, Kepala BBGP Provinsi Jawa Timur Budi Prasetyo mengatakan, guru penggerak memiliki potensi yang sangat luar biasa. Karena guru penggerak dapat berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan komunitas belajar untuk mengelola meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
“Karena menjadi guru penggerak telah melalui seleksi yang cukup ketat. sebelum mengikuti pendidikan guru penggerak, dari seleksi memang sudah sangat ketat sekali. ada tiga tahap yakni seleksi administrasi, seleksi tahap 1 dan terakhir seleksi wawancara dan praktek mengajar,” jelasnya.
Budi berharap dengan dilaksanakan panen hasil lokakarya pendidikan ke-7 CGP angkatan 7 dapat menjadi pemantik api semangat para guru sekolah lainnya agar mengikuti program guru penggerak. Kegiatan tersebut diharapkan bisa memberikan makna, menambah wawasan serta dapat memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]
BACA JUGA:
Ini Langkah Bupati Mojokerto Turunkan Angka Stunting
![Bupati Mojokerto Berharap Program Guru Penggerak Dapat Tingkatkan Kualitas Pendidikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengunjungi 16 stand pameran panen hasil lokakarya pendidikan ke-7 CGP angkatan 7 di SMAN 1 Puri. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230704_223405_JlmSZxj94w.jpeg)





