Lamongan (beritajatim.com) – Bank Daerah Lamongan (BDL) dirorong Bupati Lamongan Yuhronur Efendi agar terus berinovasi, bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan transformasi digital banking.
Bupati Yuhronur menegaskan bahwa transformasi dalam dunia perbankan saat ini sangat penting diwujudkan karena telah memasuki era Society 5.0. Di era itu, sebut Yuhronur, sangat lekat dengan distruption era atau yang biasa dikenal dengan Vuca.
Vuca merupakan kepanjangan dari volatility (hal yang terus berubah-ubah), uncertainty (ketidakoastian), complexity (kompleksitas permasalahan), dan ambiguity (kegalauan atas peristiwa yang terjadi).
Oleh sebab itu, tutur Yuhronur, diperlukan strategi manajemen yang komprehensif dan kualitas kepemimpinan yang memahami core value perusahaan.
“Dalam mendukung tranformasi, kita harus memiliki strategi manajemen dan kualitas kepemimpinan yang layak atau saat ini disebut agile leadership. Karena efektivitas dari strategi juga tergantung dari kepiawaian pemimpin,” tutur Yuhronur, ditulis Senin (29/1/2024).
Orang nomor satu di Lamongan ini juga menjelaskan, akselerasi transformasi dapat dilakukan dengan growth mindset oleh seluruh komponen dalam BDL. Dirinya berkata, perbankan bukan hanya tentang keuntungan bunga saja, melainkan jasa layanan perbankan yang luas dan mampu berkontribusi dalam menghidupkan ekonomi daerah.
“Mindset harus diubah, BDL bukan koperasi. Perbankan itu harus memberikan jasa layanan perbankan yang luas, yang di dalamnya juga terdapat edukasi untuk nasabah. Sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi daerah, membantu kesejahteraan ekonomi masyarakat, dan tentu benefit bagi BDL,” terangnya.
Ditambahkan pula oleh Yuhronur, BDL melalui go digital dipastikan akan memberikan kecepatan, kemudahan, dan efesiensi bagi nasabah. Bahkan, go digital pasti mempengaruhi pola kerja sumber daya manusia di BDL, yang tetap produktif dan memperhatikan aspek kesehatan, serta fleksibel dalam menuntaskan pekerjaan.
Lebih lanjut, Yuhronur mengharapkan, sustainable harus diwujudkan jika go digital sudah diterapkan oleh BDL. Dengan demikian, BDL dapat terus meningkatkan aset perbankan.
“Tahun 2023 aset BDL mengalami kenaikan yakni Rp 550 miliar dari angka Rp 513 miliar di tahun 2022. Tidak hanya aset, kenaikan juga terjadi pada tabungan nasabah, kredit, deposito, pendapatan, dan laba,” sebutnya di hadapan Kepala Unit, Kepala Divisi dan Kepala Bagian di Lingkungan BDL yang hadir.
Dalam kesempatan sama, Direktur Perumda BPR Bank Daerah Lamongan Dedy Rachmadi Wibowo melaporkan bahwa upaya realisasi transportasi digital perbankan oleh BDL sudah dimulai dengan penambahan 5 anjungan tunai mandiri (ATM) di tahun 2023 yang terletak di Babat, Ngimbang, Tikung, Blawi dan Kranji.
“Sedangkan untuk program yang dicanangkan di 2024 ialah peluncuran BDL Mobile, yang dapat digunakan untuk transfer, cek history, cek saldo, dan layanan virtual account cash in-out, serta penambahan 7 ATM BDL baru, salah satunya akan ditempatkan di halaman gedung Pemkab Lamongan,” pungkasnya. [riq/ian]






