Kediri (beritajatim.com) – Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan adanya penerapan sistem rapor bagi guru. Berbeda dengan rapor siswa, sistem ini memungkinkan siswa untuk memberikan penilaian terhadap guru.
Penerapan rapor guru ini diungkapkan oleh Mas Dhito saat bertemu dengan kepala sekolah dan jajaran guru SMA Dharma Wanita Boarding School Pare di Kantor Pemkab Kediri.
“Guru memberikan rapor kepada siswa itu lazim seperti pada umumnya, nanti juga akan ada rapor siswa kepada gurunya. Itu yang tidak akan diketahui oleh para guru, mohon untuk dimaklumi ini nanti,” katanya.
Menurut Mas Dhito, sistem rapor guru dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah. Evaluasi ini dinilai penting untuk membangun pendidikan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada pihak sekolah. Di antaranya, pentingnya menjadikan guru sebagai teladan bagi siswa, membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa, serta mendukung kegiatan ekstrakurikuler yang diminati siswa.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembimbingan siswa dalam pengelolaan waktu, peningkatan kepercayaan diri siswa, pendampingan psikologis, penghargaan terhadap keberagaman, dan pembangunan sikap toleransi di lingkungan sekolah.
Dari berbagai pesan tersebut, Mas Dhito secara khusus meminta agar pihak sekolah dan guru memberikan pendidikan serta motivasi terbaik bagi siswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya mempererat hubungan antara guru dan siswa.
“Saya melihat masih ada gap antara siswa dengan guru, gap ini harus diperkecil,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Nanang Sukarsono, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan arahan dari Mas Dhito. Evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan kedekatan emosional dan empati guru terhadap siswa.
Menurutnya, salah satu langkah yang telah dilakukan adalah melibatkan guru dalam kegiatan home visit ke rumah siswa atau calon siswa baru.
“Menurut saya itu modal besar untuk bisa dekat dengan siswa,” urainya.
Di sisi lain, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai masa depan siswa setelah lulus. Persiapan yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas akademik untuk berkompetisi masuk perguruan tinggi, serta pembekalan ilmu dan keterampilan bagi siswa yang memilih untuk langsung bekerja. [ADV PKP/nm]






