Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi meluncurkan program Aksi Nyata Tangani Stunting Berkelanjutan atau disingkat Anting Berlian, Senin (5/5/2025). Bertempat di Puskesmas Mojowarno, peluncuran program ini dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, sebagai langkah konkret pemerintah daerah untuk menekan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Jombang.
“Di Jombang tidak boleh lagi ada bayi atau balita stunting. Kita harus menggenjot penanganan stunting dan pencegahannya melalui pemberian makanan bergizi dan susu penambah vitamin bagi Ibu hamil dan menyusui,” tegas Bupati Warsubi dalam sambutannya.
Program Anting Berlian menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Jombang dalam menanggulangi stunting secara terstruktur dan berkelanjutan. Dengan target penurunan angka stunting dari 4,7 persen menjadi 3 persen di tahun ini, Bupati Warsubi meminta Dinas Kesehatan Jombang untuk segera berkoordinasi dengan lintas sektor agar langkah penanganan bisa berjalan efektif.
Sebanyak 33 puskesmas di Kabupaten Jombang turut mengikuti kegiatan launching ini melalui zoom meeting. Dalam arahannya, Bupati Warsubi menekankan pentingnya pendekatan preventif, khususnya dalam masa kehamilan dan menyusui.
“Penanganan stunting akan lebih efektif dilakukan jika langkah pencegahan lebih diutamakan. Dari sejak hamil dan menyusui, Ibu-ibu harus tercukupi kebutuhan vitamin, kalsium dan gizinya sehingga bisa melahirkan anak-anak yang sehat dan cukup gizi,” katanya.
Sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah, Pemkab Jombang menyalurkan 14.760 box bantuan untuk ibu hamil dan balita stunting. Bantuan tersebut diberikan secara langsung pada momen peluncuran Anting Berlian.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan bahwa implementasi program Anting Berlian akan dilakukan melalui edukasi berkala kepada masyarakat. Edukasi ini mencakup pola hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi, serta peningkatan kesadaran terhadap pentingnya penanganan stunting.
“Kami akan berusaha untuk memudahkan akses layanan sesuai dengan pedoman tata laksana stunting. Selain itu juga meningkatkan sinergitas pentahelix di Kab Jombang,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa program ini tidak hanya menyasar ibu hamil dan balita, tapi juga calon pengantin, perempuan usia subur, serta ibu dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia.
“Pencegahan ini dilakukan melalui pendekatan pentahelix secara konvergen. Ada kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat dan swasta,” tambah Hexawan.
Dukungan terhadap program Anting Berlian juga datang dari para tenaga kesehatan di lapangan. Kepala Puskesmas Mojowarno, Sri Wahyuningsih, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah dalam menanggulangi stunting.
“Alhamdulillah terbantu untuk menurunkan angka stunting di wilayah Mojowarno. Semoga program bisa berjalan berkelanjutan. Dan Kabupaten Jombang bisa memiliki generasi yang sehat dan cerdas,” ungkapnya.
Dengan adanya program Anting Berlian, diharapkan upaya sistematis dan kolaboratif ini dapat mempercepat penurunan angka stunting dan mencetak generasi masa depan Jombang yang lebih sehat dan unggul. [suf]






