Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait melantik 190 orang pejabat administrator dan pengawas Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (23/1/2026).
“Saya menjaga marwah para ASN (Aparatur Sipil Negara) di dalam masa transisi kepemimpinan. Saya akan ulangi lagi ini, supaya kita menjadi betul-betul punya komitmen yang kuat untuk pemerintahan Kabupaten Jember,” kata Fawait saat berpidato.
Fawait berkomitmen untuk mempolitisasi mutasi jabatan. “Saya Saya tidak pernah menurunkan satupun eselon 2, eselon 3, dan seterusnya karena faktor politik, apalagi karena faktor transisi kepemimpinan,” katanya.
Fawait menyebut hal itu sejarah baru di Jember. “Enggak ada di di era kita hari ini ada kepala dinas tiba-tiba jadi sekretaris kecamatan. Enggak ada lagi. Tiba-tiba terlempar ke sana terlempar ke sini, enggak ada,” katanya.
“Kalau soal pergeseran, itu hal yang wajar. Karena secara aturan, setiap tiga bulan ada evaluasi kinerja. Tiga bulan lagi ada evaluasi kinerja. Kalau memang dirasa kurang pas, maka enam bulan yang akan datang tentu akan ada pergeseran lagi. Kalau dirasa ada yang tidak sesuai dengan target,” kata Fawait.
Fawait meyakini pesan gurunya. “Lakukan apa yang menjadi pekerjaan kita hari ini sebaik mungkin. Itu akan membuka pintu-pintu karier yang jauh lebih besar di luar pemikiran kita,” katanya.
“Tidak sedikit lurah atau bahkan di bawahnya lagi yang akhirnya jadi kepala daerah. Karena mereka mengerjakan apa yang menjadi pekerjaan dia sekarang sebaik mungkin,” katanya. [wir]






