Jember (beritajatim.com) – Bupati Jember Hendy Siswanto menjadi pandit (pengamat) yang mengulas tim sepak bola Indonesia melawan Ekuador, dalam pertandingan perdana Grup A Piala Dunia U17, di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (10/11/2023) malam.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia sempat unggul lebih dulu melalui kaki Arkhan Kaka Putra Purwanto pada menit 22. Namun enam menit kemudian, Ekuador menyamakan kedudukan melalui gol hasil tandukan Allen Obando. Satu gol lagi dari Jair Collahuazo dianulir VAR kareba offside. Pertandingan berakhir imbang 1-1.
Bupati Hendy menyaksikan pertandingan bersama Forkopimda dan ribuan orang di sisi selatan alun-alun Jember. “Mudah-mudahan bisa segera recovery. Sebenarnya peluang Indonesia mengalahkan Ekuador 2-0 cukup besar,” katanya, usai pertandingan.
Hendy menyoroti kelemahan pertahanan Indonesia. “Tapi permainan Indonesia lebih mengandalkan sayap kiri dan tengah saja. Sayap kanan tidak berkutik dan tidak memiliki kesempatan sama sekali. Ini yang perlu dievaluasi,” katanya.
Hendy mengakui Ekuador bermain agresif dan bisa memanfaatkan lemahnya pertahanan Indonesia. “Positioning pemain Indonesia tanggung, sehingga dihajar dari kiri dan kanan,” katanya.
Prospek Indonesia untuk lolos fase grup masih terbuka lebar. “Saya harap ada evaluasi sehingga kualitas permainan Indonesia bisa merata dari lini per lini, terutama sayap kanan,” kata Hendy.
Dalam pertandingan lainnya, Maroko berhasil mengalahkan Panama 2-0. Hendy percaya Indonesia bisa menang tipis atas dua tim itu. “Bisa 1-0 atau 2-1. Tidak bisa lebih. Maksimal menang 2-0 dengan catatan kecepatan pergerakan pemain Indonesia bisa diperbaiki,” katanya.
Hendy melihat para pemain asing tidak kuat menghadapi panasnya cuaca di Surabaya. “Ini kesempatan baik buat Indonesia, Serang habis-habisan, Indonesia perlu melakukan serangan dengan mengandalkan bola-bola panjang untuk membuat pemain lawan kehabisan napas,” katanya. [wir]






