Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terus menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan buka puasa dan tarawih keliling ke berbagai masjid. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi serta mensosialisasikan berbagai program prioritas pembangunan daerah.
“Kegiatan ini selain menyerap aspirasi masyarakat, juga menjadi kesempatan kami untuk mensosialisasikan program-program pemerintah daerah, termasuk program Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Ipuk.
Dalam kunjungannya, Ipuk melaksanakan buka dan tarawih bersama di Masjid Baiturrahman, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, serta Masjid Annur, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Senin (10/3/2025).
Saat berbuka puasa dan setelah salat tarawih, Ipuk memaparkan program-program prioritas Pemkab Banyuwangi yang telah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat. Salah satu fokus utama adalah pengentasan kemiskinan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo.
Terdapat 15 program pembangunan yang telah diinventarisasi bersama Wakil Bupati Mujiono untuk mewujudkan prioritas tersebut, mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, serta sosial.
Di sektor pendidikan, Pemkab Banyuwangi menjalankan program Beasiswa Banyuwangi Cerdas yang telah membantu 833 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu selama 3,5 tahun pertama kepemimpinan Ipuk.
“Pada kepemimpinan kami bersama Pak Mujiono kali ini, beasiswa kembali kami buka dengan target bisa menyasar 1.000 anak muda. Jika di antara Bapak dan Ibu ada yang ingin anaknya kuliah namun tidak memiliki biaya, silakan manfaatkan program ini,” jelasnya.
Dalam sektor kesehatan, Banyuwangi akan membangun rumah sakit di Kecamatan Pesanggaran untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi warga yang jauh dari pusat kota. Selain itu, fasilitas di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng juga akan ditingkatkan.
Program prioritas lainnya mencakup peningkatan kualitas 518 ruas jalan kabupaten, 10 ribu perbaikan rumah tidak layak huni, penyelesaian Jalan Lintas Selatan (Pansela) dan Jalan Lintas Timur (JLT), revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan sebagai pusat wisata heritage, pembangunan TPA Wongsorejo dan TPST Karetan, pendirian Sekolah Seni Indonesia di Banyuwangi, dan target zero drop out dan perbaikan sekolah rusak. [alr/beq]






