Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi berencana melakukan pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di daerahnya. Pembahasan teknis pembentukan itu bahkan telah dilakukan oleh kedua belah pihak baik BNN pusat maupun dari Pemkab Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, adanya dorongan dari berbagai pihak untuk pembentukan BNN Banyuwangi. Kondisi itu tak terlepas dari masukan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menilai narkoba cukup mengkhawatirkan.
“Sesuai nasihat para tokoh agama dan tokoh masyarakat, penyalahgunaan narkoba memang sangat dikhawatirkan. Sehingga sangat penting ada BNN Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Dia menambahkan, Pemkab Banyuwangi memberikan dukungan penuh. Di antaranya dengan penyiapan aset Pemkab Banyuwangi untuk digunakan sebagai kantor BNN Banyuwangi.
“Kami juga berharap seluruh komponen masyarakat memberi dukungan kepada pemkab, kepolisian, dan BNN dalam upaya pemberantasan narkoba di Banyuwangi,” imbuh Ipuk.
Sementara itu, pembentukan BNN Banyuwangi mendapat dukungan dari Wakapolresta Banyuwangi AKBP Dewa Putu Eka. Menurutnya BNN Banyuwangi akan menjadi instansi yang dapat bersinergi dengan kepolisian dalam hal pemberantasan narkoba.
“Pembentukan BNN di Banyuwangi akan selaras dengan berbagai upaya dan komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba. Sehingga Banyuwangi akan menjadi daerah zero Narkoba ke depannya,” kata Dewa. [rin/aje]






