Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki ke Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (26/2/2021) malam, selama hidup dan tinggal di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Terus terang, saya 58 tahun hidup di Jember, baru kali ini masuk pendapa,” kata Hendy, saat menyampaikan pidato perdana sebagai bupati dalam malam silaturahmi dengan pejabat dan tokoh masyarakat di Pendapa Wahyawibawagraha.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Hendy memersilakan siapapun datang ke pendapa. “Saya berharap sekali pendapa milik kita semua. Tidak ada barrier sama sekali. Silakan Anda masuk ke pendapa. Tapi yang jelas harus antre. Kalau tidak antre, siapa dulu yang akan diterima,” katanya disambut tepuk tangan hadirin. “Tapi yang jelas, semangat pendapa ini adalah semangat perjuangan kita bersama untuk menyelesaikan (persoalan) Jember yang kita cintai bersama.”
Menurut Hendy, amanat rakyat untuk memimpin Jember tidak mudah. “Kalau dilihat dari sisi berat, akan jadi berat. Kalau dilihat dari sisi ringan, akan jadi ringan,” katanya. Itulah kenapa dia berharap semua pemangku kepentingan di Kabupaten Jember bisa bersatu untuk menyelesaikan persoalan selama ini. [wir/ted]






