Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menargetkan kontingen Kabupaten Jember minimal bisa mempertahankan prestasi sembilan besar perolehan medali dalam Pekan Olahraga Provinsi VIII, 9 – 16 September 2023, yang digelar di Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Jombang.
Dalam Porprov VII yang digelar tahun lalu di Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo, kontingen Kabupaten Jember menduduki peringkat sembilan dengan perolehan 20 medali emas, 17 perak, dan 45 perunggu. “Teman-teman sudah berlatih. Mudah-mudahan bisa mempertahankan posisi. Syukur-syukur (peringkat perolehan medali) bisa naik,” kata Hendy, ditulis Minggu (16/7/2023).
“Target saya, bisa naik satu dua poin sudah cukup. Tapi minimal harus bisa mempertahankan posisi kesembilan. Kali ini tantangannya berat karena main di luar kandang. Kalau kemarin kan temannya banyak,” kata Hendy tertawa.
“Mudah-mudahan arek-arek iki gak jago kandang. Tapi yakinlah Jember adalah tempatnya juara. Saya yakin teman-teman walau main di luar tidak ada masalah,” kata Hendy.
Hendy ingin keberhasilan kontingen Jember dalam Festival Olahraga Masyarakat Daerah I ditiru oleh kontingen porprov. Dalam kejuaraan yang digelar di Malang, 27 – 30 Mei 2023, itu Jember meraih 5 medali emas, 8 medali perak, dan 7 medali perunggu dari sebelas cabang olahraga, sehingga bisa menembus lima besar klasemen.
Pemerintah Kabupaten Jember akan memberangkatkan 400 orang atlet ke Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII. “Kami menyiapkan sarana dan prasarana mereka untuk bertanding di porprov,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jember Murdiyanto, sebagaimana dilansir Beritajatim.com, Jumat (7/7/2023).
Dispora sudah mendukung pendanaan untuk seleksi atlet. “Seleksi atlet sudah selesai, masuk TC (Training Center atau Pemusatan Latihan). Setelah TC nanti baru pengiriman atlet. Nanti penginapan, makan, dan lain-lainnya akan dipikirkan Dispora Jember,” kata Murdiyanto.
Dispora juga sudah menyiapkan fasilitas arena untuk latihan. “Mereka butuh venue untuk latihan. Kami sudah siapkan. Sekarang base camp di masing-masing cabang olahraga. Kalau TC itu wewenang KONI. Semua soal pembinaan atlet ada di KONI,” kata Murdiyanto. [wir]






