Jember (beritajatim.com) – Liga Santri Nusantara memperebutkan Piala KSAD di Kabupaten Jember, Jawa Timur, resmi dibuka di Stadion Notohadinegoro, Senin (4/7/2022).
Pertandingan pembukaan mempertemukan kesebelasan Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum (YP IBU) Pakusari dengan Al Amien Football Club. Pertemuan keduanya berakhir imbang 0-0.
Bupati Hendy Siswanto menyebut pelaksanaan Liga Santri membawa keberkahan bagi Jember. “Terus terang bukan hanya olahraga, di dalamnya ada gerak ekonominya juga” katanya.
Liga Santri di Jember diikuti 12 kesebelasan pesantren yang terbagi empat grup babak penyisihan. Grup A terdiri atas YP IBU, Al Amien FC, BFC (Pondok Pesantren Baitul Arqom).
Grup B berisikan Nuan United FC (Ponpes Nurul Anwar), Baitul Hikmah FC, Latazan FC (Ponpes Yasinat). Grup C terdiri atas Al Mashurin FC, Al Ishlah FC, dan PPNA FC (Ponpes Nahdlatul Arifin).
Grup D terdiri atas Alabama FC (Ponpes Al Qodiri), MUFC (Ponpes Madinatul Ulum), dan Ratu Suren FC (Ponpes Raudlotul Ulum).
“Liga Santri ini semakin mempererat hubungan antarpesantren. Di Jember ini ada 650 pesantren, gairah munculnya tim sepak bola semakin timbul. Sekarang baru ada 12 tim,” kata Hendy.
Hendy berharap bisa merebut Piala KSAD di Jakarta. “Mudah-mudahan Jember menjadi tempat juara. Saya menyemangati Liga Santri ini. Kita tempat juara. Sportivitas harus dijunjung tinggi,” katanya.
“Kita harus rukun. Bukan di sini tempat perebutan juaranya. Nanti di Jakarta. Kita bawa Piala KSAD ke Jember,” kata Hendy.
Cita-cita Hendy bukannya tanpa alasan. Pondok Pesantren Nurul Islam Jember pernah menjuarai Liga Santri 2015. Richard dan kawan-kawan saat itu mengalahkan Ponpes Al Asyariah Tangerang 9-8 melalui adu penalti, setelah selama 90 menit bermain imbang 2-2 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (06/12/2015).
Tak cukup jadi juara Liga Santri, Ponpes Nurul Islam juga menjuarai Piala Malindo (Malaysia Indonesia) setelah mengalahkan Sekolah Sukan Tunku Mahkota Malaysia 2-1, di Stadion Sekolah Sukan Tunku Mahkota Ismail, Sabtu (21/05/2016).
[berita-terkait number=”4″ tag=”liga-santri”]
Liga Santri 2016 dijuarai Pesantren Nur Iman, Mlangi, Sleman. Mereka berhasil mengalahkan Pesantren Walisongo Sragen 7-6 melalui adu penalti.
Setahun kemudian, giliran Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Huda, Mayak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menjadi kampiun dengan mengalahkan Ponpes Darul Hikmah Cirebon 1-0.
Dominasi tim pesantren asal Jawa selama tiga tahun berturut-turut patah pada Liga Santri 2018. Pondok Pesantren Nurul Khairat, Balikpapan, berhasil membekuk Pondok Pesantren Nurul Fajri Majalengka 2-1 di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (7/10/2018).
Ponpes Nur Iman Mlangi Sleman kembali menjadi juara pada Liga Santri Nusantara 2019 setelah mengalahkan Al Makmur Banten 1-0, di Stadion Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/11/2019) lalu. [wir/but]






