Jember (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan tugas yang tak mudah kepada Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, setelah pelantikan bupati dan wakil bupati Jember, 26 Februari 2021.
Gubernur Khofifah meminta Hendy agar segera mengatasi peningkatan angka kemiskinan dan kondisi tengkes (stunting) yang diwariskan Pemerintahan Kabupaten Jember, Jawa Timur, periode sebelumnya. Prevalensi stunting di Kabupaten Jember pada 2019 adalah 37,94.
Tak hanya angka gizi buruk. Tahun 2020, sebanyak 247.990 orang warga Jember dinyatakan miskin atau 10.09 persen. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2019 yang mencatatkan tingkat kemiskinan di Jember 9,25 persen atau 226.570 jiwa.
Belum lagi Hendy harus memperbaiki hubungan dengan DPRD Jember dan membuat pengesahan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) berjalan normal, tanpa hiruk pikuk berlebihan, dan sesuai jadwal. “Niat yang baik (Bupati Hendy Siswanto) baru bisa terlaksana apabila APBD cepat disahkan. Mudah-mudahan ini berseiring,” kata Khofifah dalam pidatonya dalam sidang paripurna DPRD Jember, Selasa (2/3/3021).
Di lain sisi, Hendy harus menangani ekspektasi tinggi para pendukungnya, terutama tim sukses yang membantunya saat pemilihan kepala daerah. “Saya masih mendengar adanya suara-suara sumbang, karena dianggap bupati lupa pada janji dan komitmennya dulu, ketika akan menjadi calon yang minta dukungan dan rekom dari partai,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Jember Madini Farouq.
Beritajatim.com mewawancarai Bupati Hendy Siswanto untuk mengetahui pendapatnya mengenai persoalan-persoalan tersebut selama dua tahun pertama masa pemerintahannya bersama Gus Firjaun. Berikut isi wawancara bagian kedua.
Beritajatim.com:
Capaian apa yang menurut Anda fenomenal atau fundamental selama dua tahun ini?
Hendy Siswanto:
Pekerjaan infrastruktur jalan dan penerangan jalan umum. Ini yang membanggakan. Selain jalan, teman-teman berhasil mengerjakan 33 ribu titik lampu penerangan jalan umum. Itu dilakukan beberapa bulan. Ini luar biasa. Teman-teman pemkab bekerja serius. Mereka memang belum pernah melakukan pekerjaan seperti ini yang speed up tinggi dengan kondisi existing seperti itu.
Begitu infrastruktur dikerjakan, yang bisa kita rasakan adalah kecepatan distribusi barang. Orang kota biasa kalau jalan diperbaiki. Tapi bagi orang-orang desa, perbaikan jalan bisa membuat mereka ke kota. Kami mendapat masukan dari beberapa kawan kepala desa soal warga mereka yang sudah berjualan lagi di Pasar Tanjung. Warga mereka di Kecamatan Silo berjualan lagi di Kecamatan Mayang.
Orang di daerah Sumberjambe bisa ke Kecamatan Kalisat untuk berjualan, yang biasanya berangkat jam satu atau dua pagi, sekarang bisa berangkat jam lima pagi. Tidak usah menunggu lama-lama. Biasanya mereka harus berjalan kaki menunggu kendaraan. Sekarang kendaraan ada di lokasi mereka semua.
[berita-terkait number=”2″ tag=”hendy-siswanto”]
Ini bagi saya sangat membanggakan. Bukan fenomenal. Tapi mengembalikan hak masyarakat. Sebagian hak masyarakat sudah didapatkan, khususnya di bidang infrastruktur.
Sementara di bidang kesehatan, kami menggratiskan pelayanan dalam program J-Pasti Keren (Pelayanan Kesehatan Gratis Khusus Penduduk Jember yang Efektif dan Efisien). Para ketua rukun tetangga dan rukun warga diikutsertakan program jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Guru ngaji juga diikutsertakan. Dampaknya bisa dirasakan hasilnya. Manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Beritajatim.com:
Bagaimana dengan pembenahan birokrasi Pemkab Jember?
Hendy Siswanto:
Kami sedang melakukan mutasi-mutasi. Mutasi pegawai itu bukan berarti mereka (yang dimutasi) tidak mampu. Mereka mampu semua. Cuma kami setel yang ritmenya sama. Artinya mempunyai frekuensi kecepatan yang sama atau hampir mendekati, serta (disesuaikan dengan) passion kawan-kawan.
Sekarang kami sedang menjajaki dan (posisi pejabat) eselon II akan kami ubah lagi disesuaikan passion mereka. Mereka mampu, tapi mungkin mereka lebih tepat di bagian (yang lain) ini.
Awal menjabat tahun 2021, saya terus terang saja hanya kenal satu orang aparatur sipil negara Pemkab Jember, yakni keponakan saya. Dari 22.800 orang hanya satu orang yang kenal. Itu pun eselon III. Yang lainnya tidak kenal.
Jadi bagaimana saya memilih teman-teman untuk menduduki jabatan? Tentunya yang saya lihat adalah kompetensi. Cara kerja dan kultur kami kan belum tahu. Jadi mohon bisa dimaklumi. Kemampuan teman-teman Pemkab Jember istimewa. Sekarang kami sudah tahu kemampuan teman-teman. Tidak tahu seratus persen, tapi minimal sudah tahu dibandingkan saat awal kami memimpin Jember.
Beritajatim.com:
Ada banyak pekerjaan rumah dari gubernur untuk membenahi Jember. Mana yang sudah berhasil dilaksanakan dan mana yang belum?
Hendy Siswanto:
Menurut saya sudah dilaksanakan, seperti perbaikan infrastruktur, birokrasi, dan membangun hubungan baik dengan teman-teman DPRD Jember. Tentu kesempurnaan tidak mungkin tercapai. Namun itu sudah kami lakukan dan ada perubahan. Memang ada yang masih belum dan mengganjal sampai sekarang ini, yakni penanganan banjir, stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Itu pekerjaan rumah kita.
Dengan kondisi existing seperti itu, tentunya kami berharap dukungan dari Bu Gubernur. Ada special case untuk Jember, karena memang Jember selama ini belum diapa-apakan. Seperti dukungan untuk pelabuhan, kami dibuatkan pelabuhan. Dukungan untuk bandara supaya maksimal kembali. Penanganan banjir. Kedalaman sungai di Kabupaten Jember cuma satu meter, dan ini berisiko banjir pada akhir 2023 nanti,
Beritajatim.com:
Sebagian pendukung Anda saat pilkada kecewa karena Anda dianggap tidak menepati janji atau tak sesuai harapan. Bagaimana Anda menghadapi hal ini?
Hendy Siswanto:
Kecewa itu biasa. Artinya dalam kemampuan kami memimpin, untuk sempurna pasti sulit. Pasti ada yang kecewa. Plus minus pasti ada. Saya ibaratkan siang dan malam. Kalau malam gelap sekali, kalau siang terang sekali. Itu sunnatullah.
Jadi apa yang kami lakukan (kemudian ada yang menganggap) benar dan ada yang (menganggap) salah, itu biasa. Ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil, itu biasa. Ada yang menerima, ada yang kecewa, itu biasa.
Perlu saya sampaikan di sini: terus terang yang saya lakukan masih kecil sekali dan kekurangannya masih banyak sekali. Namun sampai hari ini, insya Allah saya masih memegang amanah masyarakat. Saya akan jaga amanah ini, jangan sampai saya melanggar.
Kedua, yang kami layani adalah masyarakat Jember. Bukan kelompok atau golongan lagi. Kalau saya sekarang sudah diantar teman-teman, para tim sukses, menjadi bupati, itu artinya saya disuruh memimpin Jember, bukan memimpin golongan, bukan memimpin kelompok tim sukses. Tim sukses bisa mengontrol apakah kami sesuai dengan amanah yang diberikan masyarakat atau tidak. Itu yang paling penting.
Harapan saya kepada tim sukses (adalah mengawasi) apakah bupati ini masih amanah atau tidak. Apakah bupati sekarang ini melanggar aturan atau tidak. Apakah ada banyak manfaat untuk masyarakat. Paling penting itu.
Kami sudah mengangkat ribuan ASN pada 2021 dan 2022. Guru-guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap, semua diangkat. Ribuan orang. Artinya itu mewakili teman-teman lain yang mungkin (bertanya): Pak, janji sampeyan adalah memberi pekerjaan. (mengangkat) jadi pegawai.
Saya memberikan kesempatan kepada seluruh warga Kabupaten Jember. Bukan hanya kepada tim sukses. Tim sukses juga bagian dari rakyat Jember. Tim sukses boleh ikut serta di dalamnya. Rekrutmen itu juga untuk masyarakat Jember. Katanya saya disuruh jadi bupati untuk membenahi Jember. Jangan sampai melanggar regulasi.
Ketiga, ketika sudah jadi bupati, tentunya tidak boleh sedikit pun melanggar peraturan. Seperti pekerjaan proyek, saya beri kesempatan bebas kepada teman-teman untuk memperolehnya. Tapi sama dengan yang lain. Tidak boleh seandainya jadi bupati, lalu ada proyek, memberi spesial untuk tim sukses. Tidak boleh.
Silakan seluruh pekerjaan diambil tim sukses. Tapi caranya mengikuti peraturan. Tawarlah yang murah, kemampuan keuangan cukup, spesifikasi bagus, membuat company profile bagus. Alhamdulillah, saya yakin teman-teman tim sukses masih mendukung. Yang jelas saya akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat Jember. [wir/ted]






