Gresik (beritajatim.com) – Siswi yang mengalami pemukulan oleh eks kepala sekolah MTs di Kabupaten Gresik, dalam waktu dekat, keluarganya akan didatangi Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). Orang nomor satu di Gresik tersebut, menyampaikan hal ini saat memberi bantuan kepada korban yang diterjang puting beliung, Senin (9/01/2023). “Iya memang betul saya akan sowan ke keluarga korban dalam waktu dekat ini,” katanya.
Bupati milenial itu menuturkan, kasus ini sempat menggegerkan masyarakat. Pasalnya, ada puluhan siswi di salah satu MTs kepergok jajan diluar sekolah. Karena dianggap melanggar aturan semua siswi itu disuruh berbaris. Selanjutnya, sewaktu ditampar ada empat siswi jatuh pingsan. “Maksudnya guru yang bersangkutan yang sekarang jadi tersangka menegakan aturan tapi kebablasan,” ujar Gus Yani.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemukulan”]
Dirinya juga mengapresiasi tindakan yang dilakukan aparat penegak hukum yang dengan cepat merespon aduan dari masyarakat. “Kami ingin Kabupaten Gresik menjadi tempat yang ramah terhadap anak. Saya mengajak pengajar atau pendidik mendahulukan hari jangan mengedepankan emosi karena yang dihadapi anak-anak,” imbuhnya.
Sebelumnya, mantan Kepala Sekolah MTs Nurul Islam Gresik Ahmad Nasrullah (51) ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Gresik terkait kasus pemukulan terhadap belasan siswanya.
Semula kasus ini ditangani Polsek Manyar. Namun, karena melibatkan 15 siswi. Akhirnya ditarik ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.
Hasil dari visum empat yang mengalami kekerasan menunjukkan adanya lecet. Selain dipecat sebagai kepala sekolah, Ahmad Nasrullah juga dijerat dengan pasal 351 KUHP dan Pasal 80 UU nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam hukuman kurungan 3,5 tahun. [dny/kun]






