Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait meyakini wisata kesehatan akan menjadi salah satu pengungkit ekonomi.Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sektor wisata kesehatan bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
“Wisata bukan cuman wisata alam sekarang. Ada wisata pendidikan atau yang dikenal eduwisata. Juga ada wisata kesehatan. Banyak kawan kami yang pergi ke Malaysia, ke Penang. Ngapain? Berobat. Itu yang dikatakan wisata kesehatan,” kata Fawait, saat melantik 190 orang pejabat administrator dan pengawas, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (23/1/2026).
Menurut Fawait, potensi pelayanan kesehatan di Jember pada era 1990-an lebih baik daripada Malang. “Tapi hari ini kita tertinggal jauh. Apakah kita mau diam saja? Tidak. Kita akan kejar ketertinggalan itu,” katanya,
“Waktu saya pertama kali menjadi bupati, saya dihadapkan dengan tanggungan yang begitu besar di sektor kesehatan. Banyak pihak yang pesimis. Ini sektor kesehatan hutangnya banyak, pasti compang-camping. Ini rumah sakit hampir kolaps dan lain sebagainya. Ini masyarakat nanti tidak dapat pengobatan gratis dan lain sebagainya,” kata Fawait.
Perubahan terjadi saat Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang merupakan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan diberlakukan sejak April 2025.
“Waktu itu anggarannya sedikit. Tidak cukup satu tahun. Tapi kita bisa meyakinkan BBJS Kesehatan, bisa meyakinkan pemerintah pusat, sehingga seluruh warga Jember, khususnya yang tidak mampu dan tidak punya kepesertaan BPJS, bisa tercover dengan dibiayai pemerintah Kabupaten Jember,” kata Fawait.
Fawait menyebut rumah sakit daerah di Jember saat ini kembali bangkit. “Saya yakin ketertinggalan kita dengan kabupaten yang tadi saya sebut, mudah-mudahan lima tahun ke depan, tidak boleh terlalu jauh lagi,” katanya.
Apalagi saat ini penerbangan komersial di Jember sudah aktif kembali. “Kita hari ini sudah on the track pariwisata. Wisatawan kita kemarin sudah termasuk dalam 10 besar di Provinsi Jawa Timur. Padahal kita baru pemanasan. Penerbangan sudah di luar ekspektasi banyak orang,” kata Fawait.
Fawait berharap dalam waktu dekat kemandirian fiskal bisa tercapai. “Hari ini kemandirian fiskal kita, walaupun belum dikatakan mandiri seutuhnya, kita menuju kemandirian. Kita sudah on the track. Bagi seorang ilmuwan, bagi seorang ekonom, yang dilihat itu adalah progressnya, perkembangannya,” katanya.
Jangan Paksa Warga ke RS Daerah
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mengapresiasi capaian Pemnkab Jember di bidang layanan kesehatan. Namun dia mengingatkan agar pemenuhan target PAD di sektor kesehatan tidak menyusahkan masyarakat.
“UHC Prioritas memudahkan semua warga Jember untuk berobat ke rumah sakit. Tapi jangan sampai karena mengejar pendapatan di rumah sakit-rumah sakit milik pemerintah, lalu kemudian menyulitkan pasien,” kata Widarto.
“Orang yang selama ini punya langganan dokter di rumah sakit swasta, lalu ‘dipaksa’ oleh puskesmas untuk dirujuk ke rumah sakit pemerintah karena mengejar pendapatan, saya pikir jangan dilakukan,” kata Widarto.
Widarto meminta masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih tempat layanan keehatan. “Saya yakin masyarakat tahu bahwa pelayanan di rumah sakit daerah kita sudah bagus. Maka tidak perlu pasien dipaksakan untuk dirujuk harus ke rumah sakit pemerintah,” katanya. [wir]






