Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah melalui akun instagramnya menanggapi sebuah postingan netizen yang menanyakan hadiah bagi pemenang kejuaraan karate ajang Bupati Cup di GOR Dabonsia, Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, pada Agustus 2023.
Postingan yang diunggah oleh akun Instagram @bojonegoromatoh_ itu dengan keterangan semoga ada titik terang. Sedangkan foto yang diunggah adalah tangkapan layar yang mempertahankan komitmen panitia penyelenggara kejuaraan Karate Bupati Cup, Sabtu (02/09/2023).
Sebab, hingga kini panitia penyelenggara dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Pemkab Bojonegoro belum memberikan sertifikat maupun hadiah uang tunai secara utuh sesuai yang diumumkan.
“Sampai dengan hari ini, tanggal 1 September 2023 tidak ada kejelasan dari pihak penyelenggara bupati cup bojonegoro. Bahkan sertifikat kejuaraan juga belum ada, ini bukan masalah nilai uangnya, tapi komitmen dari pihak penyelenggara agar lebih transparan kedepannya. Semoga segera ada tindaklanjut dari pihak panitia (Dinpora Bojonegoro) ke depannya,” tulis dalam unggahan tersebut.
Pengunggah juga menceritakan kronologinya, yakni pada 13 Agustus 2023 anaknya memenangi kejuaraan karate untuk kelas komite dengan berat di bawah 30 kilogram. Anaknya mendapat juara 3. Kemudian pada pemenang ini diundang ke GOR Dabonsia Ngumpakdalem, pada 17 Agustus 2023 untuk penyerahan medali dan uang.
Dalam kejuaraan itu, juara 1 mendapat uang sebesar Rp1,5 juta, juara 2 mendapat uang Rp1 juta dan juara 3 mendapat uang Rp700 ribu. Dalam penyerahan hadiah itu para pemenang diminta untuk menyerahkan nomor rekening dan fotocopy kartu keluarga (KK).
“Semua peserta diberi amplop coklat tertutup berisi uang hadiah. Setelah saya buka di tempat berisi uang Rp285 ribu. Sisanya katanya di transfer,” ujar pengunggah dengan akun, pimaamalikk.
Menanggapi postingan tersebut, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah meresponya. Bahkan ia mengaku sudah mendapat laporan terkait polemik hadiah kejuaraan karate Bupati Cup itu. Bupati bahkan sudah meminta Kepala Dinpora Bojonegoro untuk mengecek dan melaporkan secara tertulis kepadanya.
“Saya dapat laporan ini. Dan saya sudah tugaskan kadinpora untuk ngecek dan laporan tertulis,” tulis bupati dalam akun instagramnya, @annamuawanah_.
Bupati dalam komentarnya juga meminta kepada penerima hadiah yang diduga tidak sesuai itu untuk bisa mengirimkan pesan (DM) nomor kontak yang bisa dihubungi. “Tolong ya nomor kontaknya, makasih,” sambung bupati. Hingga malam ini, postingan tersebut sudah mendapat ribuan like dan ratusan komentar dari netizen. [lus/kun]
BACA JUGA: Akademisi Sebut Cacat Prosedur SK Mutasi Pejabat di Pemkab Bojonegoro Tak Bisa Langsung Diganti






