Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Dandim 0812/Lamongan Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf blusukan ke area persawahan Kecamatan Sugio dengan mengendarai motor trail.
Blusukan yang dilakukan oleh dua petinggi Lamongan itu dalam rangka meninjau langsung persiapan panen raya padi di area persawahan setempat. Selain itu, peninjauan tersebut juga dilakukan demi penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lamongan.
“Kita melihat area persawahan yang beberapa hari ini akan panen padi. Harga beras juga sudah mulai stabil. Dulu bisa mencapai Rp12.000 per kilogram, sekarang di tingkat petani harga beras rata-rata Rp9.500 per kilogram,” ujar Bupati Yuhronur Efendi, Senin (13/2/2022).
Ditegaskan oleh Bupati Yuhronur, mahalnya harga beras di pasaran itu lantaran stok beras yang menipis. Sehingga saat musim panen tiba, ia berharap harga beras bisa lebih ditekan serta daya beli masyarakat pun meningkat.
“Kemarin itu mahal karena stoknya menipis. Sekarang mendekati musim panen raya, bahkan di beberapa wilayah sudah panen,” imbuhnya usai meninjau tanaman padi di area persawahan Dusun Gebangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Sugio.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Yuhronur-Efendi”]
Lebih jauh dari hasil peninjauan yang dilakukannya, orang nomor satu di Lamongan ini memastikan bahwa ketersediaan pangan, utamanya pasokan beras menjelang Ramadhan dan Idul Fitri di Lamongan aman.
Hanya saja, kata Bupati Yuhronur, para petani yang ia temui banyak yang curhat terkait permasalahan pupuk bagi tanaman mereka.
“Kita yakin ketersediaan pangan di Lamongan terutama mendekati bulan suci Ramadhan dan lebaran Idul Fitri dipastikan aman. Bahkan di beberapa tempat yang kita kunjungi tadi hasilnya bagus, meskipun begitu yang masih menjadi kendala sampai saat ini adalah pupuk. Kami akan terus berupaya pupuk di Lamongan terpenuhi,” terangnya.

Di penghujung lawatannya, Bupati Lamongan dan Dandim Endi juga menyempatkan diri untuk mampir ke tempat pengeringan gabah dan jagung milik Kepala Desa Kalitengah, Kecamatan Sugio, guna memastikan ketersediaan beras aman.
Meski masih menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya, alat pengeringan gabah itu sudah memiliki kapasitas penampung yang cukup besar, yakni 16 hingga 18 ton per harinya. Dengan demikian, petani tidak hanya diringankan secara tenaga dan waktu, tapi juga dapat meningkatkan nilai jual gabah yang dimilikinya.[riq/ted]






