Banyuwangi (beritajatim.com) – Pagi itu, warga di kaki Gunung Raung Kabupaten Banyuwangi ini terkejut. Mereka kaget, ada rombongan datang menghampiri perkampungannya.
Betapa terkejutnya, saat beberapa warga yang melihat jika rombongan yang datang itu salah satunya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ya, orang nomor satu di Banyuwangi itu datang di kampung Tlocor, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
Lokasi tempat ini cukup jauh dari pusat kota atau kecamatan. Bahkan, jalan yang dilalui juga cukup sulit karena masih berupa batu. Di sekitar, merupakan hutan dan perkebunan.
Warga setempat tak pernah terbayang, jika Bupati Ipuk benar datang.
“Baru kali ini ada bupati ke sini,” ungkap Ginanti, warga setempat kelahiran 1983 itu.
Sugiatin juga mengungkapkan hal senada. Ia tampak antusias saat kedatangan Ipuk. Sambil memeluk, ibu paruh baya itu mendoakan Ipuk.
“Semoga ibu sehat terus. Bisa memimpin kami dengan baik,” ujarnya dengan logat Madura yang kental.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta maaf masih belum bisa memenuhi infrastruktur jalan. Selain karena keterbatasan anggaran, juga karena peraturan kawasan yang masuk wilayah hutan itu.
“Tapi, untuk akses listrik sudah terpenuhi. Bekerjasama dengan PLN, kini sudah ada listrik melalui tenaga hidro,” jelasnya.
Selain di lokasi ini, Bupati Ipuk juga berkunjung ke Lingkungan Gunung Emas tepatnya di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Glenmore. Di tempat ini Bupati Ipuk turut menyalurkan bantuan.
“Kami berharap penanganan kemiskinan di Banyuwangi bisa teratasi secara efektif. Target kami, Banyuwangi bisa zero persen kemiskinan ekstrem,” pungkasnya.
Perlu diketahui, angka kemiskinan Banyuwangi turun signifikan selama 3 tahun. Terhitung tahun 2021 kemiskinan Banyuwangi di angka 8,07 persen, tahun 2023 turun jadi 7,34 dan menjadi angka kemiskinan terendah dalam sejarah Banyuwangi. [rin/but]






