Lamongan (beritajatim.com) – Suasana di Lamongan mendadak berubah seperti di Jepang. Bunga Tabebuya bermekaran serentak, mempercantik Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan KH Hasyim Asy’ari Lamongan.
Bunga Tabebuya bermekaran ini seakan membawa warga Lamongan berada di musim semi di Jepang. Sebabnya, tanaman yang juga dikenal dengan nama pohon terompet emas ini sangat mirip dengan pohon sakura saat bunganya bermekaran.
Pohon Tabebuya memiliki nama latin Handroanthus chrysotrichus. Pohon ini merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Brazil dengan iklim kering dan termasuk dalam kelompok pohon besar.
Selain mempercantik wajah Kota Lamongan, mekarnya bunga Tabebuya saat bulan kemarau ini juga seolah menambah keceriaan masyarakat di awal bulan September.
Lantaran bunga di pohon Tabebuya ini begitu banyak, hembusan angin yang menggugurkan bunga-bunga itu pun semakin menambah kesan seakan sedang berada di Negeri Sakura.
“Bunga Tabebuya ini sudah lama kita tanam. Dulunya memang kita datangkan dari Brazil dan memang biasanya bermekaran saat bulan September,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Anang Taufik, Senin (5/9/2022).
Anang menambahkan, ditanamnya Tabebuya ini bertujuan untuk memperindah suasana kota. Tak cukup itu, penamaman tersebut dalam rangka memberikan peningkatan ruang terbuka hijau di Lamongan.
Mengenai alasan dipilihnya pohon Tabebuya, Anang menuturkan, karena pohon ini sangat cocok dengan suasana daerah tropis dan subtropis, salah satunya Indonesia. Ia juga menyebut, aneka warna bunga Tabebuya, mulai kuning, merah jambu, putih hingga ungu itu terlihat sangat menawan jika ditampilkan di area kota.
“Tanaman jenis peneduh ini mulai dikembangkan sejak 2017 dan ternyata cocok dengan kondisi cuaca Lamongan,” terangnya.
Hingga kini, ungkap Anang, pohon Tabebuya itu telah tersebar di sejumlah ruas jalan, meliputi Jalan KH. Ahmad Dahlan, sebagian Jalan Lamongrejo, serta tepi ruas jalan poros nasional dari arah Desa Rejosari ke timur arah Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket.
“Pohon Tebebuya ini memiliki kelebihan, antara lain daunnya tidak mudah rontok dan pada saat musim berbunga akan terlihat sangat indah dan lebat,” tambahnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Lamongan”]
Masih kata Anang, selain memiliki keunggulan dari sisi keindahan, Tabebuya juga tergolong pohon yang memiliki ketahanan hidup yang cukup tinggi. Sehingga pohon ini tak memakan biaya yang terlalu banyak untuk memelihara dan menanamnya.
Menariknya lagi, pohon ini juga tidak membutuhkan banyak air dan akarnya tidak merusak jalur pedestrian. Anang berkata bahwa pemupukan, penjarangan, dan penyiraman pun dilakukan secara normal seperti tanaman lainnya.
“Selama ini DLH rutin melakukan perawatan berupa penyiraman dan pemupukan, juga melakukan pemangkasan ranting bagi pohon yang tumbuhnya tidak teratur,” bebernya.
Sementara itu, Reni, salah satu warga yang menikmati keindahan bunga Tabebuya ini merasa senang dengan keberadaan tanaman tersebut. Ia juga mengaku sempat beberapa kali berswafoto di pohon Tabebuya yang sedang bermekaran bunganya.
“Sangat indah mas, seolah berada di negara Jepang saat musim semi, karena bentuknya juga sangat mirip dengan pohon Sakura,” akunya.
Reni berharap, nantinya penanaman pohon Tabebuya ini bisa diperbanyak di sejumlah ruas jalan. Dengan begitu, Kabupaten Lamongan terlihat lebih indah dan menawan.
“Semoga di beberapa ruas jalan lainnya juga ditanami Tabebuya. Biar semakin indah dan asri. Apalagi saat bunganya bermekaran, para pengguna jalan pasti akan merasa sangat nyaman,” tutupnya. [riq/beq]








