Surabaya, (beritajatim.com) – Bunga yang ditentukan sebagai bunga nasional bukan hanya sebagai elemen dekorasi, tetapi juga sebagai lambang identitas yang menyimpan nilai sejarah serta prinsip luhur suatu negara. Di Indonesia, Melati Putih (Jasminum sambac) telah diakui sebagai Puspa Bangsa karena kesan sederhana dan wangi yang memikat tanpa berlebihan. Pilihan ini mencerminkan sifat masyarakat Indonesia yang terkenal dengan kerendahan hati, ketulusan, serta menghargai moralitas dalam interaksi sosial.
Sejarah menunjukkan bahwa melati telah menjadi bagian integral dari kebudayaan Nusantara, mulai dari ornamen dalam pernikahan sampai ritual adat. Keberadaannya yang selalu ada dalam peristiwa-peristiwa penting menjadikannya simbol persatuan yang melampaui batas suku. Ini menegaskan mengapa bunga kecil berwarna putih ini dianggap sebagai representasi kemurnian jiwa bangsa Indonesia di hadapan dunia.
Melangkah ke Jepang, meski sakura bukan satu-satunya bunga nasional yang diakui, ia menjadi simbol yang memiliki arti mendalam bagi masyarakat Jepang. Sakura mencerminkan filosofi mono no aware, yang berarti kesadaran terhadap kefanaan serta keindahan yang sementara. Mekarnya bunga sakura yang serentak, meski hanya bertahan satu hingga dua minggu, mengingatkan kita untuk menghargai setiap momen dalam kehidupan sebelum akhirnya jatuh dengan tenang.
Bagi orang Jepang, datangnya musim semi dan mekar sakura melambangkan awal yang baru dan keberanian dalam menempuhi perubahan. Tradisi hanami, yaitu berkumpul untuk menikmati keindahan bunga sakura, telah menjadi kebiasaan sosial yang memperkuat rasa kekeluargaan dan persahabatan selama berabad-abad. Sakura lebih dari sekedar pohon berbunga; ia mencerminkan jiwa samurai yang bersedia berkorban demi kehormatan pada puncak kejayaannya.
Perbedaan karakteristik antara Melati dan Sakura menunjukkan betapa setiap bangsa memiliki cara unik dalam menginterpretasikan alam. Sementara Indonesia menganggap melati sebagai lambang kemurnian dan ketulusan yang abadi, Jepang melihat sakura sebagai simbol keindahan yang sementara tetapi mendalam. Keduanya menunjukkan bahwa sebatang bunga mampu menyampaikan pesan moral dan filosofi yang berarti bagi peradaban manusia.
Melalui bunga yang ditetapkan sebagai bunga nasional, kita dapat memahami bahwa identitas suatu negara seringkali berakar pada keanekaragaman alamnya. Baik melalui aroma melati yang menenangkan atau turunnya kelopak sakura yang dramatis, setiap bunga menceritakan harapan dan identitas bangsa yang diwakilinya. Mempelajari kisah di baliknya membantu kita untuk lebih menghargai keragaman budaya yang berkembang di seluruh dunia. [Nickma Tsany Byan Leonartha]






