Surabaya (beritajatim.com) – Bumi Borneo Basketball Pontianak berhasil mengalahkan Bali United Basketball, skor 85-81. Pertandingan IBL Serie 3 Surabaya, Kamis (16/2/2023) di DBL Arena Surabaya, ini berlangsung sengit.
Bermain 5 quarter BBB sempat tertinggal hingga quarter 4 awal. Namun di akhir quarter ke 4 tim besutan Tondi Raja Syailendra berhasil mengejar ketertinggalan poin lewat over time di quarter ke 5.
Rimbun Sidahuruk, asisten pelatih BBB mengatakan jika permainan kali ini cukup dramatis. Dia memberi apresiasi kepada para pemain. Meskipun sebelumnya sempat tertinggal 18 poin tetapi mereka tetap mengikuti instruksi pelatih dan semangat untuk bertahan.
“Kunci dari para pemain ini bertahan dan mengikuti instruksi pelatih walaupun kita sempat tertinggal 18 poin sebelumnya tapi mereka bangkit,” ungkap Rimbun.
Selain itu kemenangan BBB dalam pertandingan melawan BBC kali ini salah satunya diuntungkan dengan keluarnya Dior Alexandros.
“Kami masih ada keuntungan dengan keluarnya Dior. Kalau kami menyerang, kami tidak ada perlakuan khusus, yang ada solusinya kami bermain bertahan. Dimana saat Dior dan Julius Bowie keluar, kami diuntungkan karena tidak ada target man,” imbuh Rimbun.
Sementara itu, Anthony Garbelotto, Pelatih Bali United Basketball mengakui jika wasit yang memimpin jalannya pertandingan tidak seperti ekspektasi.
“Aku tidak tahu, situasi wasit saat pertandingan. Dior dinilai begitu (dianggap melanggar). Kemudian, aku hanya berbicara “yes” saat time out, bagaimana bisa dikanakan melakukan technical foul,” ujar Anthony.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ibl”]
Tak hanya itu saja, Anthony juga menyebut wasit beberapa kali menganggap para pemainnya melakukan pelanggaran.
“Aku melihat posisi Abraham (Wenas) tidak melakukan rangkulan ke pemain lawan, tetapi dianggap melanggar. Begitu juga dengan Jay (Julius Bowie). Aku tidak bisa berkata banyak lagi,” ucapnya. [way/but]






