Mojokerto (beritajatim.com) – Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto mendapat tugas dari pemerintah pusat untuk melakukan penyerapan gabah beras dalam negeri. Hingga April 2025, Bulog Mojokerto ditargetkan menyerap 47.300 ton setara beras untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
“Melalui Bapanas, kami ditugaskan untuk melakukan penyerapan gabah beras dalam negeri, mulai bulan Januari kemarin. Kita ditargetkan sampai bulan April 2025, khusus untuk Bulog Mojokerto sebanyak 47.300 ton setara beras,” ungkap Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, Jumat (28/2/2025).
Target penyerapan ini mencakup tiga wilayah, yakni Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang. Menurut Husin, penyerapan gabah dari petani di Kabupaten Mojokerto dan Jombang hampir sama, dengan fokus pada masa panen di Maret dan April.
“Terutama nanti, tetap kita maksimalkan penyerapan di panen rata di bulan depan dan bulan April. Termasuk untuk wilayah Mojokerto dan Jombang. Alhamdulillah tidak ada pengaruh selama ini terhadap kondisi (banjir) tersebut jadi kami juga melakukan penyerapan gabah langsung kepada petani baik di wilayah kota maupun kabupaten,” katanya.
Meski beberapa wilayah terdampak banjir, hujan angin, dan hujan lebat, Husin memastikan bahwa kualitas gabah petani masih aman. Oleh karena itu, Bulog optimis dapat mencapai target yang telah ditentukan.
“Dengan adanya program ini harapannya, kita bisa mendukung Program Asta Cita dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional,” tegasnya.
Diharapkan dengan adanya sinergi antara pemerintah dan petani lokal, program ini dapat berjalan lancar dan turut menjaga stok pangan nasional tetap stabil. [tin/beq]






