Malang (beritajatim.com) – Perum Bulog Cabang Malang menyalurkan 700 ton beras di wilayah kerja mereka. Beras ini didistribusikan pada Januari 2023 ini sebagai bagian pengendalian inflasi agar harga beras yang kini merangkak naik kembali stabil.
Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina mengatakan, bahwa mereka bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Penyaluran ratusan ton beras dengan harapan menjaga stabilitas harga.
“Karena kami bagian dari TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) maka kami memiliki untuk mengendalikan inflasi. Salah satunya dengan penyaluran beras ke pasaran. Harapannya agar harga kembali stabil,” kata Siane Jumat, (27/1/2023).
Ada beberapa faktor yang membuat harga komoditas makanan pokok seperti beras naik di pasaran. Salah satunya panen raya yang masih akan terjadi pada Maret 2023 mendatang. Untuk itu, melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog Cabang Malang menyalurkan 700 ton lebih beras ke sejumlah pasar tradisional hingga toko retail.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-beras”]
“Harga beras memang mengalami kenaikan karena panen raya itu masih Maret 2023. Kami menyalurkan 700 ton lebih beras,” ujar Siane.
Adapun wilayah kerja Bulog Cabang Malang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu hingga Kota dan Kabupaten Pasuruan. Penyaluran beras ini mereka lakukan terus setiap hari.
“Untuk segmen pasar tradisional kami sudah menyalurkan ke 30 pasar yang berada di wilayah Malang Raya serta Kabupaten dan Kota Pasuruan. Seperti di Kota Malang itu sudah kami lakukan di Pasar Oro-Oro Dowo, Blimbing hingga Madyopuro,” tandas Siane. [luc/suf]






