Ringkasan Berita:
- Bulog Madiun dan Satgas Pangan memperketat pengawasan distribusi Minyakita di pasar tradisional.
- Pedagang diingatkan agar menjual Minyakita langsung kepada konsumen akhir dan tidak melebihi HET.
- Bulog menyalurkan sekitar 9.000 liter Minyakita setiap pekan di wilayah Madiun dan Ngawi.
- Penambahan kuota distribusi masih menunggu peningkatan pasokan minyak goreng secara nasional.
Madiun (beritajatim.com) – Pengawasan terhadap tata niaga minyak goreng subsidi Minyakita diperketat untuk memastikan distribusi tepat sasaran kepada masyarakat. Perum Bulog Cabang Madiun bersama Satgas Pangan Polri meningkatkan pengawasan guna mencegah penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun praktik distribusi yang tidak sesuai ketentuan.
Langkah tersebut sejalan dengan ketentuan dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2025 yang mewajibkan BUMN Pangan memprioritaskan penyaluran Minyakita ke pasar-pasar melalui skema Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, menegaskan komoditas bersubsidi tersebut harus langsung diterima masyarakat sebagai konsumen akhir. Karena itu, pedagang di pasar tradisional diminta tidak mengalihkan pasokan kepada pedagang lain.
“Fungsi pedagang di pasar ini adalah pengecer terakhir, jadi barang ini harus langsung dijual ke konsumen akhir, bukan dipindahtangankan ke pengecer lain,” kata Agung saat memantau distribusi di Pasar Sayur Caruban, Kamis (11/6/2026).
Agung mengungkapkan, berdasarkan koordinasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan Mabes Polri, penjualan Minyakita di atas HET menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
“Mabes Polri sudah mengingatkan, jika Minyak Kita kedapatan dijual di atas HET, hal itu sudah masuk dalam ranah tindak pidana penyalahgunaan,” jelasnya.
Untuk wilayah kerja Bulog Cabang Madiun, sekitar 9.000 liter Minyakita disalurkan setiap pekan ke tiga pasar utama, yakni Pasar Besar Kota Madiun, Pasar Sayur Caruban di Kabupaten Madiun, dan Pasar Walikukun di Kabupaten Ngawi.
Khusus di Pasar Sayur Caruban, Bulog secara rutin mendistribusikan sekitar 1.800 liter Minyakita setiap pekan. Masing-masing pedagang memperoleh alokasi sekitar enam hingga tujuh karton.
Meski dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen rumah tangga, sejumlah pedagang mengusulkan tambahan kuota hingga 20 karton per minggu. Menanggapi hal tersebut, Bulog menyatakan penambahan alokasi masih bergantung pada ketersediaan pasokan minyak goreng secara nasional.
“Pedagang memang meminta setidaknya bisa dapat 20 karton seminggu. Insyaallah kalau nanti ada tambahan pasokan minyak secara nasional, kuota untuk pasar-pasar SP2KP ini akan kami tambah,” pungkas Agung.
Melalui pengawasan distribusi yang lebih ketat dan menjaga kelancaran pasokan, Bulog berharap ketersediaan Minyakita tetap terjaga, harga sesuai HET, serta mampu mendukung stabilitas harga pangan di wilayah Madiun dan sekitarnya. [rbr/beq]






