Surabaya (beritajatim.com) – Ada satu hal yang cukup unik dari Negara Korea Utara. Sementara bulan depan seluruh dunia akan berganti menjadi tahun 2023, Korea Utara justru baru memasuki tahun 112.
Korea Utara mengadopsi kalender unik yang bernama “Kalender Juche”. Sistem penanggalan hari dan bulan kalender ini mengikuti kalender Gregorian atau kalender yang biasa dipakai dunia sehari-hari, tetapi memiliki sistem tahun yang berbeda.
Awal tahun kalender Juche diambil dari kelahiran pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, yang lahir pada tanggal 15 April 1912. Bilamana sebentar lagi kita akan merayakan tahun baru 2023, orang Korea Utara baru merayakan tahun baru 112.
Penggunaan kalender ini diumumkan pada 8 Juli 1997, tepat pada tiga tahun kematian Kim il-sung. Sedangkan peresmian dan penerapan pada baru dilakukan pada 9 September 1997.
Tahun Baru Juche, juga dikenal sebagai “Hari Matahari”. Perayaannya terjadi setiap tahun pada tanggal 15 April.
Meskipun kalender Korea Selatan sudah mengikuti Juche, namun perasaan tahun Gregorian tetap dilaksanakan. Total Korea Utara memiliki tiga hari untuk merayakan tahun baru. Mereka merayakan Tahun Baru Gregorian, Tahun Baru Imlek, dan Tahun Baru Juche.
Selain Korea Utara, kita sudah mengenal Ethiopia yang juga memiliki kalender mereka sendiri. Beberapa hari yang lalu, masyarakat Ethiopia batu merayakan tahun barunya yang ke 2014.
[berita-terkait number=”5″ tag=”korea”]
Bagaimana Korea Utara Merayakan Tahun Baru?
Perayaan tahun baru di Korea Utara dilakukan dengan cukup meriah. Ada beberapa acara yang biasanya diselenggarakan, seperti pertunjukan dan pesta-pesta di beberapa lokasi.
Ribuan warga Korea Utara (termasuk turis) juga akan pergi ke Istana Matahari Kumsunan, tempat asal “Hari Matahari”. Kunjungan itu dilakukan agar mereka bisa memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin mereka, Kim Il Sung dan Kim Jong Il.
Sore harinya, penduduk setempat akan berkumpul di pusat kota Pyongyang dengan kostum tradisional dan menampilkan tarian tradisional Korea Utara.
Selain mengadakan acara, menurut Uri Tours, tindakan menghormati orang yang lebih tua sangat penting selama perayaan Tahun Baru Juche.
Di mana pun seseorang tinggal, seluruh keluarga harus berkumpul kembali dan merayakan awal tahun baru bersama. Mereka juga makan hidangan tradisional yang disebut songpyeon. (Kai/ian)






