Surabaya (beritajatim.com) – Terkadang masyarakat sering memiliki pandangan yang keliru mengenai pria harus kuat sebagai pemimpin. Hal ini yang membuat pria rasanya tidak diijinkan untuk menangis.
Padahal sebenarnya mereka adalah manusia yang tetap punya perasaan sehingga perlu adanya kebebasan mengekspresikan emosi. Tidak heran, hal ini yang membuat mereka lebih sering memendam perasaan.
Apalagi ketika berada dalam kesedihan atau kekecewaan, pria seringkali berusaha memendam supaya tidak menangis. Jika mereka menangis malah dianggap lemah atau cengeng.
Faktanya, memendam perasaan bukanlah hal baik, justru segala sesuatu lebih baik diungkapkan. Dampak dari memendam akan membuat kondisi emosi menjadi kurang gak stabil hingga rentan depresi.
Jadi lebih baik menangis dan lepaskan setiap masalah yang dialami. Inilah beberapa alasan bahwa pria menangis adalah hal yang wajar:
Menangis Membantu Perasaan Menjadi Lebih Baik
Kekuatan dan kelegaan dapat dialami seseorang dengan cara menangis. Ketika sudah merasa lega,pikiran akan lebih mudah jernih kembali. Menangis mampu membantu kita pulih lebih cepat dari masalah berat bahkan kegagalan yang dialami. Maka dari itu, tak perlu merasa malu untuk menangis. Justru kita harusnya malu saat ada melabeli dengan hal-hal buruk karena ada sisi manusiawi yang ditunjukkan
Menangis bukan berarti tanda emosional belum matang
Ada orang yang sering menangis, walaupun terkesan masalahnya sepele sehingga menarik perhatian. Beberapa menganggap itu hal yang tidak dewasa. Namun, kita tidak menyamaratakan semua orang dengan rasa yang setara. Mungkin bagimu sepele tapi belum tentu bagi orang lain. Sekali lagi, menangis bukan artinya kita masih kanak-kanakan. Hakikatnya menangis adalah bentuk ekspresi dari emosi.
Menangis adalah bentuk ungkapan perasaan
Kita perlu menghilangkan sebuah stigma bahwa menangis adalah sesuatu yang memalukan. Faktanya ini merupakan hal yang wajar sebagai bentuk ungkapan perasaan. Selain itu, menangis tidak ada hubungannya dengan gender.
Baik pria maupun perempuan tentu dapat merasa sedih, marah, kecewa, atau terharu bahkan ingin menangis. Semuanya adalah hal yang normal. Kita perlu memberikan apresiasi saat jujur dalam mengungkapkan perasaan tanpa pura-pura kuat dan bahagia. (PRD/ian)






