Blitar (beritajatim.com) – Peta perpolitikan di Bumi Bung Karno mulai menghangat seiring dengan langkah berani DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar melakukan reposisi besar-besaran. Tak lagi sekadar mengandalkan narasi tradisional, partai berlambang bola dunia ini kini secara terang-terangan mendorong regenerasi kepemimpinan dengan napas milenial dan Gen Z.
Langkah ini dipandang sebagai strategi bertahan sekaligus menyerang di tengah dominasi pemilih muda yang diprediksi akan menjadi penentu kemenangan pada kontestasi politik mendatang.
PKB Kota Blitar tampak ingin menanggalkan kesan eksklusif. Di bawah komando tim strategisnya, mereka mengusung konsep Politik Kolaboratif.
Artinya, PKB tidak lagi hanya berbicara pada satu golongan, melainkan mencoba merangkul seluruh elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan.
“Membangun kota tidak bisa dilakukan sendirian. Kita butuh perspektif lintas generasi dan lintas golongan,” ungkap Anggota DPC PKB Kota Blitar, Arif Kurniawan pada Jumat (27/03/2026).
Media sosial kini bukan lagi sekadar etalase, melainkan “medan tempur” utama untuk menjangkau pemilih muda. Penggunaan platform digital secara intensif diharapkan mampu membedah program partai menjadi konten yang relevan dengan kebutuhan Gen Z.
Secara organisatoris, PKB juga melakukan pemetaan ulang kader melalui Tim Penataan Struktur. Tujuannya jelas yakni menciptakan struktur yang adaptif dan mampu merespons dinamika politik yang seringkali berubah dalam hitungan jam.
Yang menarik untuk dicermati secara kritis adalah mekanisme seleksi pemimpin melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). PKB Kota Blitar melibatkan pihak ketiga serta jajaran DPW dan DPP untuk melakukan asesmen potensi.
Langkah ini menunjukkan upaya PKB untuk bertransformasi menjadi partai yang lebih meritokratis. Calon pemimpin tidak hanya dipilih berdasarkan popularitas atau kedekatan personal, tetapi diuji kapasitas intelektual dan kompetensi kepemimpinannya. Ini adalah filter krusial untuk menjamin kualitas kader yang akan diterjunkan ke masyarakat.
Target yang dipatok pun tidak main-main. PKB Kota Blitar berambisi mempertahankan kursi Wali Kota sembari menargetkan penambahan kursi signifikan di DPRD. Forum Musyawarah Cabang (Muscab) pun kini bukan lagi sekadar ajang seremonial pemilihan ketua, melainkan menjadi ruang konsolidasi akbar untuk menyatukan faksi-faksi di internal partai. (owi/ian)






