Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu kebudayaan yang terus bertahan dari masa ke masa adalah ramalan. Bahkan di masa yang serba saintifik dan penuh dengan teknologi maju sekarang pun, ramalan masih banyak diminati masyarakat. Di jawa sendiri, beberapa masyarakat masih lekat menggunakan primbon dalam mengambil keputusan-keputusan. Begitu juga masyarakat tionghoa dan can cina yang masih mempercayai Feng-Tsui.
Metode ramal-meramal ini hidup hampir di seluruh masyarakat dunia dengan metode yang berbeda-beda. Berikut ini beberpa metode ramal yang masih dilakukan hingga saat ini.
Cartomancy (Ramalan Berdasarkan Kartu)
Ramalan ini biasanya menggunakan kartu berjenis kartu remi. Metode ramalan cartomancy muncul dari kebudayaan Eropa ke-14. Cartomancy berasal dari sekumpulan peramal yang suka meramal segala sesuatu melalui setumpuk kartu.
Pyromancy (Ramalan Berdasarkan Api)
Jika kalian pernah menonton film-film yang memperlihatkan seorang peramal tengah melemparkan tulang hewan ke bara api. Ritual itu disebut ramalan pyromancy, karena ramalan didasar pada api.
Astromancy (Ramalan Berdasarkan Rasi Bintang)
Ramalan jenis ini cukup familiar, karena sering digunakan. Bahkan, koran cetak hingga kini menggunakan ramalan ini. Astromancy merupakan ramalan yang didasarkan pada rasi bintang alias yang dikenal dengan sebutan zodiak, seperti sagitarius, leo, gemini, pisces, dan lain lain.
Cleromancy (Berdasarkan Lemparan Objek)
Cleromancy dalam praktik ramalannya biasanya menggunakan tulang atau dadu sebagai objek. Metode peramalan ini diyakini mampu meramal nasib dengan bantuan entitas dari kekuatan supranatural.
Palmistry (Berdasarkan Telapak Tangan)
Ramalan ini juga tidak kalah familiar, jika kalian dulu saat masa kecil pernah main ramal-ramalan menggunakan telapak tangan sebenarnya ramalan itu sudah tersebar di banyak kebudayaan. Kendati begitu, masing-masing budaya punya interpretasi dan cara yang berbeda untuk menentukan hasil.
Feng Shui (Berdasarkan Harmoni Alam)
Fengshui sering digunakan untuk beberapa orang yang hendak mendirikan bangunan seperti rumah, gedung atau yang lain. Ramalan ini digunakan untuk menentukan posisi yang tepat dari jendela, pintu, lantai ubin yang acapkali dipercaya bisa membawa keberuntungan.
Primbon (Berdasarkan Kebudayaan Jawa)
Tidak hanya di suku Jawa, Primbon banyak digunakan di Indonesia pada beberapa suku seperti suku Madura. Ramalan ini khas dari Indonesia, Primbon dipercaya oleh beberapa orang untuk melakukan bacaan terhadap suatu kejadian dan watak manusia melalui fenomena alam.
Itu dia beberapa ramalan yang ada di dunia, apakah kalian pernah mencoba atau percaya pada salah satunya? Ramalah itu sangat bergantung pada seseorang percaya atau tidaknya. (dan/tur)






