Surabaya (beritajatim.com) – KKN di Desa Penari sukses membuat pecinta film Indonesia penasaran. Masyarakat berbondong-bondong datang ke bioskop demi menyaksikan film bergenre horor yang diangkat dari kisah trending di Twitter.
Tidak terkecuali dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestiarto Dardak. Emil turut menonton film tersebut lantaran penasaran dengan alur ceritanya.
Bagi sebagian penonton, sosok yang mengerikan adalah Dawuh atau Badarawuhi. Tetapi bagi Emil, karakter yang membuatnya kaget bukan Badarawuhi tapi Mbah Dok yang merupakan pelindung karakter Nur.
“Jadi kan yang paling melindungi kan Mbah Dok, tapi menurut saya yang paling ngageti itu dan agak medeni (menakutkan) itu Mbah Doknya itu, padahal itu kan yang paling baik,” kata Emil usai nonton bareng film KKN Desa Penari di Studio 3 XXI, Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Sabtu (14/5/2022) malam.
Emil mengaku cukup dikagetkan dengan sejumlah adegan di KKN di Desa Penari. Meski begitu, dia berpikir hal itu hanya sebatas untuk keseruan.
“Lumayan sih kaget. Ada dua pandangan ya kalau lihat film horor, ada yang nganggep itu buat seru-seruan, jangan sampai kita terobsesi terus berpikir semua yang ada di dalam itu 100 persen applicable, enggak sih,” kata dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”emil-dardak”]
Emil juga menganggap KKN di Desa Penari adalah film yang cukup menghibur. Dia berharap semua film di Indonesia bisa menghadirkan suasana menghibur bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan balance ya, semua film berbagai genre kita nikmati. Salah satunya ya horor ini,” kata dia.
Selanjutnya, Emil memandang pemutaran KKN di Desa Penari sebagai indikator mulai pulihnya dunia perfilman di Tanah Air. Ini bisa dilihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke bioskop.
“Kalau buat saya, ini lebih kepada semangat bahwa dunia perfilman tidak pernah lepas dari bioskop dan bioskop, Alhamdulillah, sekarang sudah bisa didatangi lagi,” kata dia.
Terkait kesan pada KKN di Desa Penari, Emil memberikan skor di atas delapan. Meski dia mengakui sudah lama tak menyaksikan film di bioskop.
“Saya sudah lama ndak nonton film ya , menurut saya, saya nggak bisa kasih nilai persis tapi harusnya di atas delapan lah,” kata dia. (asg/beq)






