Surabaya (beritajatim.com) – Seperti inilah budidaya maggot yang dilakukan warga RT 28 RW 4 kelurahan Tanah Kalikedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya, meski baru berjalan enam bulan hasil panen larva lalat tersebut selalu melimpah, dalam sebulan panen terjadi dua kali.
Dengan jumlah sekali panen panen mencapai 50 kilogram hingga 100 kilogram tentu membuat kelompok masyarakat mendapat keuntungan yang besar. Hasil panen Maggot tersebut dijual kepada para peternak hewan yakni seharga enam ribu hingga tujuh ribu rupiah.
Pendiri kelompok budidaya Maggot Queen, Anneysa Kabeer Lukito mengatakan budidaya maggot bermula dari keresahannya terhadap banyak sampah organik di Kota Surabaya, termasuk di sekitar tempat tinggalnya.
Selain menimbulkan bau sampah sisa makanan yang menumpuk di tempat sampahhingga berserakan kerap membuat lingkungan kotor. Karena hal tersebut akhirnya dirinya memanfaatkan sisa makanan itu untuk pakan maggot
Hasilnya cukup memuaskan panen selalu melimpah, kondisi tersebut berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui budidaya maggot pendapatan warga terus bertambah. Selain itu lingkungan tempat tinggal menjadi bersih kepedulian masyarakat terhadap kebersihan terus meningkat.






