Bandung (beritajatim.com) – Di balik kesuksesan BSF Gen Toili, terdapat kisah inspiratif tentang pengelolaan sampah organik menggunakan biokonversi Black Soldier Fly (BSF). BSF Gen Toili, yang terletak di dataran Toili, Sulawesi Tengah, dikenal sebagai pengelola sampah yang inovatif dan menghasilkan Maggot serta biomasa hingga 400-500 kilogram per hari.
Berawal dari tangan kreatif Agung Dwi Pratama, BSF Gen Toili bukan hanya mengubah sampah menjadi berkah, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi sirkular dan kelestarian lingkungan.
Lahir dari Kepedulian dan Kegigihan
Agung, sarjana teknik Universitas Tadulako, memulai usahanya dengan tekad mengubah sampah menjadi sumber daya berharga. Semangatnya muncul saat ia bekerja di mess dengan halaman luas yang dimanfaatkannya untuk berternak. Dari sana, ia terinspirasi untuk membuat pakan maggot melalui sampah.
Awalnya, Agung menemui banyak penolakan, termasuk dari istri dan orang tuanya. Namun, tekadnya tak goyah. Ia terus belajar dan berinovasi, hingga pada tahun 2018, ia memulai konsep integrated farming dengan menggandeng teman-temannya.
Perjalanan BSF Gen Toili tak selalu mulus. Tempat pengelolaan yang dibangun Agung sempat roboh. Namun, dengan kegigihannya dan bantuan dari PEP Donggi Matindok Field, BSF Gen Toili bangkit dan berkembang pesat.
Menuai Berkah dan Manfaat Luas
Kini, BSF Gen Toili telah menjadi usaha yang sukses dengan 15 anggota kelompok. Mereka tak hanya mengolah sampah menjadi maggot, tetapi juga mengintegrasikannya dengan usaha turunan pertanian dan peternakan, seperti ternak ayam kampung, burung puyuh, ikan nila dan lele, lobster air tawar, hortikultura, dan palawija.
“Saya coba-coba itu lihat di youtube cara membuat maggot, kok jadi kepikiran pengen buat juga,” terang Agung. Senin (3/6/2024).
Usaha ini menghasilkan maggot dan biomasa hingga 400-500 kilogram per hari, yang kemudian diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik. BSF Gen Toili telah membuktikan bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga peluang untuk menghasilkan cuan puluhan juta rupiah.
Lebih dari Sekadar Bisnis
BSF Gen Toili tak hanya berfokus pada keuntungan semata. Agung dan timnya memiliki visi untuk mendukung terciptanya ekonomi sirkular berbasis masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Usaha mereka sejalan dengan komitmen Pertamina, khususnya Regional 4 Sub holding Upstream, dalam pelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah sampah.
Senior Manager Relation Regional 4 Sub holding Upstream Pertamina, Fitri Erika, menyatakan dukungannya terhadap BSF Gen Toili.
“Pertamina ingin perusahaan berjalan dengan aman dan tetap memberikan dampak yang baik bagi masyarakat sekitar,” ujar Fitri Erika.
Ia menambahkan bahwa program CSR Pertamina bertujuan untuk menciptakan local hero yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan BSF Gen Toili adalah salah satu contohnya. [ayu/beq]






