Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat total pencemaran sungai di Surabaya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pencemaran itu terlihat dari jumlah timbulan sampah di sungai yang setiap tahun meningkat.
Terhitung sejak tahun 2021 timbulan sampah dari sungai sekitar 12 ribu ton dan naik di tahun 2022 menjadi 15 ribu ton, ironisnya sepanjang 2023 angkanya mencapai 18 ribu ton. Angka ini cukup membuat miris, ditengah gerakan peduli lingkungan ternyata tak cukup membuat masyarakat perkotaan sadar tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.
DLH Surabaya mencatat peningkatan pencemaran sungai ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang paling dominan adalah pembuangan sampah sembarangan oleh masyarakat.
Ditambah dengan aktivitas industri yang hingga membuat bahaya banjir dan penyakit diare hingga kolera semakin menghantui masyarakat.
Ketakutan akan sampah dibantaran Sungai pun semakin besar mengingat saat memasuki musim hujan, Sungai-sungai di Surabaya justru semakin menjadi sasaran sampah plastic. DLH Surabaya mencatat pada saat musim hujan, sampah di sungai Surabaya mencapai 40 ton per hari.
“Biasanya sampah dari sungai sebanyak 25 ton per hari di musim kemarau. Tetapi di musim hujan sampah itu justru meningkat hampir dua kali lipat. Tak bisa dipungkiri dari sekian banyaknya sampah di sungai Surabaya, sampah plastik masih menjadi salah satu sampah terbanyak,” beber Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro beberapa waktu lalu.
Beranjak dari masalah sungai yang tercemar ini BRI Regional Office Surabaya menggelar aksi sosial dengan tema “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Selasa (5/12/2023).Dipilihnya Mojo sebagai sasaran kegiatan, karena Mojo menjadi salah satu kawasan bantaran sungai yang dekat dengan pusat kota dan padat penduduk.
Ancaman banjir dan berbagai penyakit pun tak hanya mengintai warga yang tinggal disekitar bantaran sungai di Mojo melainkan ancaman bagi masyarakat Kota Surabaya.
Tak heran Gerakan “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” ini tak hanya diikuti oleh manajemen BRI melainkan secara serentak aksi Jaga Sungai, Jaga Kehidupan ini dilaksanakan tim BRI RO Surabaya, bersama Kelurahan Mojo, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Kader Surabaya Hebat (KSH) hingga PKK, serta para ketua RW dan RT setempat.
Dalam kegiatan ini, BRI memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama sungai. Tujuannya agar masyarakat yang tinggal dibantaran sungai lebih mengerti tentang pentingnya menjaga sungai tetap bersih.
“Kali atau sungai adalah sumber kehidupan. Menjaga kali atau sungai adalah menjaga kehidupan. Karena itu, melalui kegiatan BRI Peduli ini kami ingin mengajak masyarakat agar semakin care terhadap lingkungannya agar tetap terjaga kebersihannya,” kata Branch Manager BRI Kusuma Bangsa, Abdul Muin.
Dalam edukasinya, Abdul Muin menjelaskan bahwa sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti banjir, pencemaran air, hingga penyebaran penyakit. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.
Abdul Muin sendiri tak segan untuk terjun langsung ke dalam sungai demi memungut sampah-sampah yang berada di permukaan air hingga dasar sungai. Agaknya manajemen BRI sadar jika membersihkan sungai dari sampah saja tidak cukup, perlu sosialisasi khusus bagi warga sekitar bantaran sungai Mojo untuk tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Tak hanya memberikan edukasi saja, BRI juga memberikan “kail” agar warga mau memilah dan membuang sampah mereka di tempat sampah. Kail itu berupa bantuan gerobak sampah dan beberapa pohon untuk ditanam di lingkungan Kelurahan Mojo. Gerobak sampah tersebut akan digunakan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga agar lingkungan tetap bersih.
Lurah Mojo, Katarina Evi Wahyuni, menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan bantuan dari BRI melalui program BRI Peduli. Pihaknya bersama perangkat Kelurahan Mojo serta warga akan berusaha menjaga agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Evi agak lega karena BRI sebagai BUMN mau terjun langsung ke masyarakat dan membantu mengurai masalah sampah plastik yang tak hanya menjadi momok bagi Kota Surabaya tetapi juga ikan dan ekosistem yang ada di dalam sungai.
“Kami akan terus mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kami juga akan melakukan patroli rutin untuk mengawasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Katarina.
Kegiatan BRI Peduli Sungai ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama sungai. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, maka kehidupan masyarakat pun akan menjadi lebih baik.[rea]






