Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai upaya nyata dalam mempercepat transformasi keuangan digital di kalangan pekerja, Bank BRI Regional Office Surabaya melalui BRI Branch Office (BO) HR Muhammad terus memperluas jangkauan pelayanannya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui sosialisasi intensif aplikasi BRImo bagi ratusan karyawan CV Rumpun Mas Perkasa di Tumpak, Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Kehadiran tim perbankan dari Surabaya ini disambut antusias oleh para karyawan yang ingin mengenal lebih dekat solusi transaksi modern yang praktis dan aman.
Delegasi BRI BO HR Muhammad Surabaya yang dipimpin oleh Arinda selaku Relation Manager Funding & Transaction (RMFT), bersama tim Universal Banking dan Brillian Leader Future Program (BLFT) serta tim IT, turun langsung ke lokasi untuk memberikan edukasi mendalam.
Arinda menjelaskan bahwa CV Rumpun Mas Perkasa merupakan mitra korporat setia yang telah lama menjalin sinergi perbankan dengan BRI. Mengingat perusahaan tersebut memiliki sekitar 250 karyawan dengan sistem pembayaran gaji atau payroll yang sudah terintegrasi melalui BRI, sosialisasi ini dianggap sebagai langkah krusial untuk memberikan nilai tambah bagi para pekerja.
Melalui pertemuan tersebut, Arinda menekankan bahwa BRImo bukan sekadar aplikasi perbankan biasa, melainkan produk digital andalan yang dirancang untuk mendukung gaya hidup masyarakat di era modern. Aplikasi ini menawarkan kemudahan transaksi di berbagai pusat perbelanjaan, baik di dalam negeri maupun saat berada di mancanegara.
Selain itu, karyawan diajarkan cara praktis membayar tagihan rutin seperti listrik dan PDAM, mengisi pulsa, hingga melakukan top-up berbagai dompet digital seperti GoPay dan Dana hanya dalam satu genggaman.
Lebih lanjut, BRImo juga memfasilitasi kebutuhan harian yang lebih sederhana namun esensial, mulai dari pembayaran di kafe, restoran, bandara, hingga transaksi di kantin, pujasera, dan pedagang kaki lima melalui fitur QRIS. Dengan manfaat yang sangat luas ini, BRI berkomitmen agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk karyawan di pelosok daerah, semakin familiar dengan ekosistem digital yang efektif, efisien, dan jauh lebih aman karena meminimalisir risiko membawa uang tunai dalam jumlah banyak saat keluar rumah.
Menutup kegiatan tersebut, Arinda menyampaikan harapannya agar edukasi ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan digital, tetapi juga mampu mengakuisisi nasabah baru serta mendongkrak volume transaksi melalui aplikasi BRImo.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman perbankan yang lebih nyaman dan aman, sekaligus mempererat hubungan antara perbankan dan sektor industri di Jawa Timur dalam menyongsong masa depan ekonomi digital yang semakin inklusif.[rea]






