Blitar (beritajatim.com) – Breaking news, pohon beringin di Alun-alun Kota Blitar yang berusia ratusan tahun tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. Pohon yang berukuran besar tersebut tumbang dan menimpa beberapa lapak milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sisi timur alun-alun Kota Blitar. Total ada 10 orang yang tertimpa bongkahan raksasa pohon beringin tersebut.
Kepanikan pun terjadi lantaran banyak warga yang makan dan berteduh di lapak pedagang sisi timur alun-alun Kota Blitar. Saat warga berteduh, tiba-tiba pohon beringin yang berusia ratusan tahun tersebut, tumbang dan menimpa warga serta lapak pedagang.
“Sekitar pukul 14.00 hujan deras mengguyur Kota Blitar. Kemudian disertai angin kencang. Pohon beringin di kawasan Alun – alun Kota Blitar roboh,” kata Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli, Minggu (06/01/24).
Peristiwa ini terjadi usai wilayah Kota Blitar diguyur hujan deras dan angin kencang selama beberapa jam. Pohon beringin yang telah berusia ratusan tahun itu diduga lapuk.
Sehingga tidak kuat menahan hembusan angin kencang yang disertai hujan deras tersebut. Akibatnya pohon beringin tersebut tumbang dan menimpa beberapa lapak pedagang.
“Kemudian pohon ini mengenai sekitar 4 lapak pedagang. Pohon dan lapak pedagang berada di timur Alun-alun Kota Blitar,” terangnya.
Terkait korban jiwa, Menurut Agus, ada beberapa orang yang mengalami luka – luka akibat tertimpa tenda. Namun, untuk jumlah korban masih belum dapat dipastikan. Mereka telah dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo untuk mendapatkan perawatan.
“Jumlah korban belum tahu, tapi ada beberapa yang luka – luka. Sudah dibawa ke RSUD Mardi Waluyo,” imbuhnya.
Saat ini, Kata Agus, BPBD Kota Blitar bersama dengan DLH Kota Blitar, anggota TNI/Polri dan sebagainya masih melakukan pembersihan. Termasuk memangkas bagian pohon yang menimpa tenda PKL.
“Ini masih dievakuasi (pembersihan), masih ditangani. Kemudian untuk upaya selanjutnya mungkin akan dikoordinasikan pohon mana saja yang butuh dipangkas dan sebagainya,” pungkasnya. [owi/aje]






