Kediri (beritajatim.com) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto Jawa Timur, kembali melakukan eskavasi terhadap bangunan bersejarah yang ada diwilayah Gunung Klotok, Kelurahan Pojok, Kota Kediri.
Eskavasi yang diketahui sudah berjalan untuk kali ketiga tersebut berhasil mengungkap sejumlah temuan dan fakta baru yang menunjukkan jika bangunan tersebut merupakan bangunan pada periode abad ke 14 atau pada era Dinasti Yuan.
Nugroho Harjo Lukito, Arkeolog BPCB Trowulan Jawa Timur mengatakan, pada eskavasi kali ketiga ini, BPCB berhasil menampakkan struktur bangunan candi ketiga hingga pondasi terbawahnya yang ada di Gunung Klotok, dan juga Talut yang diketahui sebagai penahan longsor agar candi tidak tergerus.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cagar-budaya”]
Nugroho menjabarkan, atas sejumlah fakta yang ditemukan, memang di Gunung Klotok ini terdapat sebuah percandian. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya tiga bangunan candi yang sudah ditampakkan beserta petirtaan atau pemandian suci. “Percandian biasa digunakan oleh warga sebagai tempat peribadatan,” katanya.
Lebih lanjut, Nugroho mengatakan, jika eskavasi di Gunung Klotok ini akan dilanjutkan di tahun depan. Dengan agenda membuka Talut dan juga struktur bangunan yang diduga sebagai paseban atau tempat pemberhentian umat sebelum melakukan upacara terhadap candi. [nm/kun]






