Ponorogo (beritajatim.com) – Sedikitnya ada 10 kecamatan di Kabupaten Ponorogo yang berpotensi rawan kekeringan. Hal tersebut merupakan hasil dari pemetaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo. Pemetaan potensi rawan kekeringan itu, atas ancaman kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino.
Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun mengungkapkan bahwa dari 10 kecamatan itu, terdiri 42 dusun di 26 desa yang memiliki potensi kekeringan karena akibat kemarau yang berkepanjangan di tahun ini.
“Kita sudah lakukan pemetaan, daerah mana saja di Ponorogo yang berpotensi kekeringan di musim kemarau ini,” ungkap Masun, Jumat (08/09/2023).
Menyikapi situasi tersebut, BPBD Ponorogo juga telah menyusun langkah-langkah antisipatif. Langkah antisipatif yang dimaksud, jika sewaktu-waktu daerah yang berpotensi mengalami kekeringan itu, mengajukan permintaan pasokan air bersih. Masun menjelaskan bahwa BPBD Ponorogo telah menempatkan personel dan relawan di wilayah-wilayah yang masuk dalam daerah-daerah yang rawan kekeringan itu.
Baca Juga: Puluhan Nakes dan Ribuan Kader Kesehatan Kecamatan Waru Sidaorjo Peroleh Insentif
“Langkah ini bertujuan agar jika ada permintaan pasokan air bersih, para relawan dapat langsung meresponsnya dengan cepat,” katanya.
Sejauh ini, yang rutin meminta pasokan air bersih hanya Dusun Njenggring di Desa Duri Kecamatan Slahung. Setidaknya BPBD Ponorogo sudah mengirimkan air bersih untuk warga di sana sebanyak 60.000 liter. Jumlah itu dikirim mulai tanggal 1 Agustus lalu hingga tanggal 4 September 2023.
“Dengan pemetaan yang kita lakukan ini, diharapkan dapat mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh musim kemarau ini,” pungkasnya. (end/ian)






