Magetan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan menggelar pertemuan dengan 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama tiga hari untuk membahas pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitupasna) terkait banjir di Desa Ngelang dan Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo yang terjadi pada Maret lalu.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun dokumen pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. “Fokus kita adalah menyusun dokumen pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,” ujar Rahayu Ningsih, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Magetan, pada hari Selasa (2/7/2024).
Ningsih menjelaskan bahwa pertemuan ini melibatkan OPD dan TNI/Polri untuk mempersamakan persepsi tentang kerusakan dan kerugian akibat banjir. “Dengan mengetahui semua kerusakan dan kerugian, dinas terkait dapat menangani masalah pasca bencana dengan tepat,” ungkapnya.
Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen yang komprehensif dan menjadi acuan bagi OPD terkait dalam melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir di Desa Ngelang dan Desa Jajar.
Diketahui, kerusakan yang terjadi di dua desa itu berupa, jalan, jembatan, pertanian, dan peternakan. [fiq/ian]






