Magetan (beritajatim.com) — Kabupaten Magetan mencatat total 61 kejadian bencana dan peristiwa sepanjang periode 1 hingga 30 April 2026. Data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan tanah longsor menjadi kejadian paling dominan, disusul banjir luapan dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan rincian, tanah longsor terjadi sebanyak 29 kejadian, sementara banjir luapan tercatat 16 kejadian dan cuaca ekstrem sebanyak 8 kejadian. Tidak ada laporan kebakaran dalam periode tersebut. Selain itu, terdapat 1 kegiatan evakuasi pencarian dan pertolongan serta 7 evakuasi terkait hewan.
Dari sisi dampak, bencana yang terjadi mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Tidak ada korban luka-luka yang dilaporkan. Sementara itu, kejadian pohon tumbang tercatat sebanyak lima kasus.
Kerusakan akibat bencana juga terdata, meliputi lima unit rumah rusak, satu unit sekolah rusak, dua titik jalan rusak, serta satu unit truk mengalami kerusakan.
Sebaran kejadian bencana terjadi di hampir seluruh wilayah kecamatan di Magetan. Kecamatan Magetan mencatat jumlah tertinggi dengan 21 kejadian, disusul Kecamatan Poncol sebanyak 19 kejadian.
Kecamatan Plaosan dan Sidorejo masing-masing mencatat lima kejadian. Sementara itu, beberapa kecamatan lain seperti Ngariboyo dan Takeran masing-masing mencatat dua kejadian, serta kecamatan lainnya rata-rata satu kejadian.
Data ini menjadi indikator meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Magetan, terutama selama periode peralihan musim. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di daerah rawan longsor dan banjir, serta segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat. [fiq/suf]






