Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, ada tiga desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto terendam luapan Kali Lamong. Tercatat, ada sebanyak 61 rumah terendam.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Joko Supangkat mengatakan, Rabu (9/2/2022) sekira pukul 21.00 WIB, air Kali Lamong meluap dan meluber ke pemukiman warga yang berada di bantaran Kali Lamong.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-mojokerto”]
“Ada 5 dusun di 3 desa yang terendam. Desa Talunblandong, air banjir merendam Dusun Talunbrak RT 01 dan RT 02 RW 01. Air meluap ke dalam rumah ± 40 cm sampai 50 cm, sementara ketinggian air di jalan ± 60 cm sampai 70 cm, ada 32 rumah dan satu masjid terendam,” ungkapnya, Kamis (10/2/2022).
Masih kata Kabid Kedaruratan dan Logistik, di Desa Pulorejo, banjir merendam Dusun Klanting RT 01 dan RT 02 RW 11 dan Dusun Beru di RT 02 RW 12. Ketinggian air di dalam rumah ± 30 cm sampai 50 cm, sementara ketinggian air di jalan ± 60 cm sampai 70 cm. Di Desa Pulorejo ada 25 rumah warga terendam.

Tim BPBD Kabupaten Mojokerto beserta unsur terkait melaksanakan assesment dan pemantauan aliran Kali Lamong. Tim melaksanakan siaga di lokasi terdampak banjir dan melakukan penyiapan pemenuhan kebutuhan dasar untuk warga terdampak.
“Kondisi banjir yang merendam 3 desa sampai saat ini belum surut, tidak menutup kemungkinan apabila curah hujan tetap tinggi maka kondisi banjir semakin tinggi. Banjir di wilayah Kecamatan Dawarblandong disebabkan luapan Kali Lamong ini merupakan bencana tahunan,” tegasnya. [tin/suf]






