Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah insiden tak biasa terjadi di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Rabu (30/7/2025). Seekor sapi milik warga dilaporkan terperosok ke dalam kubangan lumpur dan tidak bisa keluar sehingga memanggil petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Berkat respons cepat dari petugas Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, proses evakuasi sapi milik Ngatemin berlangsung lancar meski sempat mengalami kesulitan teknis di lapangan. Kejadian ini bermula sekitar pukul 19.00 WIB.
Ketika seekor sapi lepas dari kandang dan secara tidak sengaja masuk ke kubangan lumpur. Kondisi sapi yang terjebak cukup mengkhawatirkan karena tubuhnya sudah dalam posisi terbenam cukup dalam dan tampak lemas, sementara kakinya sulit digerakkan karena terjebak dalam lumpur yang padat.
Komandan Regu Pos II PMK BPBD Kabupaten Mojokerto, Akhmad Yani menjelaskan bahwa tim segera bertindak setelah menerima laporan. Mereka membawa peralatan manual dan dibantu oleh warga sekitar serta relawan untuk mengevakuasi hewan ternak tersebut.
“Kami tambahkan air ke dalam kubangan dengan menyedot dari sungai menggunakan diesel dan selang. Setelah kubangan penuh, tubuh sapi mulai mengapung ke permukaan, barulah kami dan warga bisa menariknya menggunakan tampar (tali) secara bersama-sama,” ungkapnya, Kamis (21/7/2025).
Meski sempat mengalami kendala karena sapi dalam kondisi lemas dan kaki terbenam cukup dalam, akhirnya proses evakuasi berhasil dilakukan dengan selamat pada pukul 20.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan sapi pun berhasil diangkat ke permukaan tanah yang lebih datar.
Sementara itu, berdasarkan pantauan BMKG Juanda dan Sistem Monitoring SIMONA BPBD, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Mojokerto malam itu terpantau aman dan terkendali. Secara visual, cuaca cerah berawan dengan suhu berkisar 22–24°C, kelembaban 78–85 persen.
Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 3,2 km/jam. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang memiliki hewan ternak di area rawan seperti kubangan atau lahan berlumpur. [tin/ian]






