Blitar (beritajatim.com) – Borneo FC berharap tuah atau keberuntungan dari kondisi lapangan Stadion Soepriadi Kota Blitar yang kurang baik dalam laga kontra Arema FC, Sabtu (17/8/2024) besok. Tim berjuluk pesut etam tersebut akan berusaha memanfaatkan kondisi lapangan yang kurang baik untuk mencuri 3 poin dari kandang singo edan.
“Pada laga pertama kontra Semen Padang rumput juga kurang bagus tapi pemain kita bisa adaptasi cepat, semoga besok bisa datang ke lapangan dan bisa adaptasi cepat,” kata Pieter Huistra, pelatih Borneo FC jelang pertandingan lawan Arema FC, Jumat (16/8/2024).
Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra pun berharap anak asuhnya bisa beradaptasi cepat dengan kondisi lapangan yang kurang baik seperti saat melawan Semen Padang lalu. Dia menceritakan saat melawan Semen Padang FC, kondisi lapangan dan rumput stadion yang digunakan juga kurang baik, namun anak asuhnya bisa mencuri 3 point dari sana.
Pengalaman itu diharapkan bisa bermanfaat bagi Stefano Lilipaly dan kawan-kawan saat melawan Arema FC besok. Selain memiliki modal pengalaman bermain di lapangan kurang baik, Tim Borneo FC juga akan melihat kondisi rumput dan lapangan di Stadion Soepriadi Blitar. “Semoga besok bisa datang ke lapangan dan bisa adaptasi cepat kita harus lihat besok dan kita harus fokus,” tegasnya.
Pemain Borneo FC sendiri sudah siap tempur melawan Arema FC besok. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan pun siap bermain habis-habisan demi bisa membawa pulang 3 poin dari kandang singo edan.
“Persiapan kita sudah bagus kita selalu persiapan yang lebih bagus dari kemarin kita harus fokus kita harus konsentrasi untuk main bagus besok dan bisa mendapatkan hasil maksimal lawan Arema besok,” kata Ronaldo Rodrigues de Souza, Pemain Borneo FC. (owi/kun)






