Surabaya (beritajatim.com) – Ketika pemain mengeksekusi penalti memang punya cara tersendiri. Ada yang menggunakan teknik tendangan keras, tendangan panenka, dan yang lain. Namun, tidak banyak yang mempraktikkan tendangan penalti yang diawali mengumpan dulu pada pemain lain.
Pada tahun belakangan ini mengumpang tendangan saat mendapat hadiah penalti mungkin menjadi hal yang asing. Sebab, dibutuhkan kerjasama dan kemistri yang kuat antar pemain. Selain, akan sulit melakukan teknik tendangan ini jika tidak pernah dilatih.
Salah satu yang paling diingat dalam dunia sepak bola ketika Lionel Messi yang dipercaya untuk mengambil eksekusi tendangan penalti di Barcelona FC. Messi tidak melakukan tendangan langsung ke gawang.
Pemain berkebangsaan Argentina itu terlebih dulu melakukan operan kepada rekan setimnya yaitu Luis Suarez yang berlari dari luar kotak ke arah samping kanan.
Menurut aturan tata permainan yang berlaku hingga saat ini, trik tendangan penalti semacam itu tidaklah menyalahi aturan permainan. Sebagaimana dikutip dari Laws of The Game FIFA, semua cara ini sah-sah saja dilakukan. Karena pada aturan dasarnya adalah bola harus digulirkan ke depan mendekati gawang.
Saat bola sudah ditendang, maka statusnya menjadi bola hidup. Namun, aksi seperti Messi dan Suarez itu hanya dapat dilakukan ketika tim menerima hadiah penalti pada waktu normal bukan babak adu penalti.
Tindakan serupa juga pernah dilakukan oleh Arsenal. Ketika itu Robert Pires yang ditunjuk sebagai algojo tidak melakukan tembakan langsung ke gawang. Pires melakukan upaya untuk mengoper pada rekan setimnya yaitu Thierry Henry yang sudah bersiap.
Namun sayangnya, untuk kejadian di klub Arsenal itu gagal terlaksana dengan sempurna karena operan yang dilakukan Pires dinilai sangatlah lemah. Usai Henry gagal meraih, Pires berupaya menendang bola kembali, sehingga wasit pun menggap sebagai pelanggaran.
Dalam contoh yang dilakukan kedua mantan pemain Arsenal itu yang menjadi kesalahan ada pada Robert Pires. Wasit menganggap Robert Pires sang pengeksekusi penalti telah menyentuh bola lebih dari satu kali sebelum bola tersebut disentuh pemain lain atau tiang gawang. Sehingga kejadian itu pun dianggap wasit sebagai pelanggaran dan membatalkan tendangan penalti. [dan/tur]






