Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro menarget sebesar Rp10,8 miliar Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 2022 dari pengelolaan pasar tradisional.
Target pendapatan itu dibagi untuk 11 pasar tradisional yang dikelola oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro, Selasa (19/4/2022).
Kesebelas pasar itu meliputi Pasar Sroyo, Pasar Kedungadem, Pasar Sugihwaras, Pasar Sumberrejo, Pasar Kanor, Pasar Kota, Pasar Kalitidu, Pasar Padangan, Pasar Malo, Pasar Hewan, dan Pasar Dander.
“Selambat-lambatnya, pendapatan dari pasar ini harus sudah disetor September 2022, sehingga saat input data November 2022 kita bisa memenuhi target,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi.
Dari jumlah target PAD senilai Rp10,8 miliar itu, salah satunya dari Pasar Banjarejo. Pasar Banjarejo sendiri ditarget menyumbang sekitar Rp2 miliar. Dari jumlah itu, baru tercapai sekitar Rp1,41 miliar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bojonegoro”]
Sementara Kepala Pasar Banjarejo, Peppy Harmuza mengatakan, total bangunan Pasar Banjarejo di lantai 1 dan 2 ada sebanyak 739 stand. Dengan rincian, di lantai 1 ada 635 toko dan bedak. Dari jumlah itu yang buka ada sekitar 450 pedagang aktif berjualan.
“Sementara di lantai 2 ada 104 stand dan yang aktif berjualan hanya sekitar 5 orang. Mereka rata-rata pedagang baru,” ujarnya.
Dari jumlah pedagang yang aktif berjualan di tahun 2021 ada 713 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibanding pada 2022. Hingga 31 Maret 2022 jumlah pedagang aktif berjualan tinggal 672 orang. Dari jumlah tersebut yang sudah membayar sewa retribusi sebanyak 523 pedagang, dan yang belum membayar sebanyak 149 orang.
“Kalau sesuai dengan aturannya, jika tidak membayar sewa maka selanjutnya tidak bisa menyewa lagi,” pungkasnya. [lus/but]






