Ngawi (beritajatim.com) – Seorang bocah SD asal Ngawi moncer di perlombaan Bahasa Inggris. Tak hanya level kabupaten, namun sudah sampai provinsi. Adalah Quinlan Arganta Deandro (10), bocah kelas IV yang bersekolah di SDN Margomulyo 1, Kecamatan/Kabupaten Ngawi.
David Sulisdianto, ayah Quinlan mengatakan, bakat putranya dalam berbahasa Inggris sudah terlihat sejak kelas I SD. Putra kedua dari tiga bersaudara itu fasih dalam pelafalan Bahasa Inggris. Padahal, Quinlan tak pernah ikut les atau kursus Bahasa Inggris sama sekali saat itu.
Usut punya usut, Quinlan memang hobi bermain gim. Namun, rekan gim-nya tak hanya dari Indonesia, melainkan dari luar negeri yang kerap menggunakan Bahasa Inggris untuk bercakap dalam gim. “Sebenernya di awal tidak pernah les apapun. Hanya bermain lewat gim lewat ponsel dan memakai Bahasa Inggris untuk chat dengan orang-orang luar negeri dalam gamenya,” kata David.
“Akhirnya, kami coba ikutkan lomba. Di tiap event pasti dapat juara I terus. Kemudian ikut Olimpiade Nasional (Omnas). Pertama kali seleksi se-Kabupaten Ngawi. Alhamdulilah lolos, kemudian menuju Ke seleksi Provinsi, jugq lolos. Akhirnya ke Grand Final Nasional, namun belum lolos, nilainya kurang tiga poin saja,” lanjut David.
Namun karena seringnya juara dan mengikuti berbagai event dia sebagai orang tua ingin putranya lebih mempertajam dan mempelajari lebih dalam soal Bahasa Inggris. Dirinya dan sang istri, Vera Febriyanti Bolagi, memutuskan untuk mengikutkan putranya les Bahasa Inggris di salah satu bimbingan belajar di wilayah Ngawi.
Teranyar, Quinlan menjuarai Ramayana Got Talent Se-Jawa Timur. Acara itu digelar di Mall Ramayana Dinoyo Malang, 24 Desember 2023 lalu. Dia menyabet Juara I Bahasa Inggris. Namun, bukan pertama kali Quinlan ikut kompetisi.
“Kalau perlombaan yang diadakan di daerah 15 kali kebanyakan dapat juara 1 dan juara 2. Kalau yang seleksi sampai nasional, yakni Omnas tiga kali, kemudian Kompetisi Matematika, Sains, dan Inggris (KMSI) dua kali. Kemudian, yang digelar oleh swasta dua kali,” terang David.
Selama ini, pihak sekolah selalu memberikan support. Bahkan, selalu mengabari orang tua siswa jika ada perlombaan yang bisa diikuti anak-anak didik. “Sejauh ini kami belum melihat ada bakat lain selain Bahasa Inggris. Kami sebagai orang tua juga tidak memaksakan kehendak. Apa yang anak kami mampu, ya ini harus didukung,” kata David.
Tahun 2024 nanti, David mengharap putranya bisa lolos sampai level nasional dalam Omnas 2024. Lantaran, selama ini meski sudah lolos sampai Provinsi, namun putranya belum menyabet gelar juara tingkat nasional. “Harapannya 2024 nanti bisa dapat juara di level nasional. Mohon doanya,” pungkas David. [fiq/kun]






