Jember (beritajatim.com) – Chory Aura Kusuma Dewi, bocah perempuan dari Desa Panti, Kecamatan Panti, memborong empat medali cabang olahraga Dance Sport untuk kontingen Kabupaten Jember, dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII.
Siswi SD Negeri 1 Panti kelahiran 10 Juli 2009 itu menyabet dua medali emas untuk kategori Solo Latin Cha Cha dan Line Dance Jive, satu perak untuk Solo Latin Jive, dan perunggu untuk Line Dance Cha Cha.
Silva Dwi Lestari, Ketua IODI (Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia) Jember, memuji penampilan Aura. “Dia tampil sangat maksimal. Persaingannya memang ketat. Tapi itu persembahan terbaik untuk Jember,” katanya, Selasa (28/6/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”porprov”]
Selama dua bulan Aura menjalani kelas menari privat. “Tidak sia-sia kami memfasilitasinya untuk dilatih secara privat oleh seoramg master dance,” kata Silva.
Aura adalah anggota sanggar menari yang dikelola Silva. “Tidak menyangka, saya menemukan atlet potensial di sana. Kami awalnya tidak tahu. Awalnya hanya dance karena hobi. Alirannya tidak jelas. Ketika sudah dilatih privat, baru tahu: oh ternyata dance sport kriterianya seperti ini, olah tubuhnya seperti ini, body language seperti ini,” katanya.
Keberhasilan Aura ini melengkapi sukses kontingen Jember di cabang olahraga yang baru pertama kali dipertandingkan di Porprov Jatim tersebut, dengan raihan total 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Satu medali emas lagi dipersembahkan Queen Love Lee dari kategori Breaking Girl dan satu perunggu dipersembahkan pasangan Priyo Bekti dan Retno Palupi dari kategori Traditional Dance Sport Pro.
IODI Jember menurunkan 17 orang atlet dalam porprov kali ini, yang terdiri atas 10 putri dan tujuh putra yang berkompetisi di 26 kategori lomba yang memperebutkan 37 medali. Jember menurunkan atlet di 11 kategori, di antaranya tiga tim untuk traditional dance sport pro, tiga tim hip hop elite dan hip hop pro, satu tim show dance, tiga atlet kategori latin.
“Ini cabor baru. Sebenarnya kami masih meraba-raba, yang masuk kategori dance sport itu seperti apa. Namun pada dasarnya Jember adalah gudang atlet, gudang penari. Intinya itu. Dengan potensi yang ada, saya yakin dalam porprov berikutnya Jember bisa meraih lebih dari enam medali,” kata Silva.
IODI Jember akan memperbanyak frekuensi kompetisi untuk mencari bakat-bakat baru dan sekaligus memperkenalkan cabang olahraga dance sport lebih massif lagi. “Kalau kemarin kompetisi terkendala Covid dan waktu, hanya sanggar klub dance saja yang kami tahu yang jadi peserta, untuk berikutnya kami akan buat kompetisi untuk usia SD dan SMP,” kata Silva. [wir/kun]






