Tuban (beritajatim.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban kembali lakukan tes urine di 3 lembaga yakni di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Kopumdag) Kabupaten Tuban, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Tuban, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tuban, Rabu (20/12/2023).
Dari 3 lembaga tersebut seluruhnya dengan hasil negatif, namun ada satu pegawai dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Tuban dinyatakan positif.
Kepala BNN Kabupaten Tuban, Tri Tjahyono mengatakan, sebanyak 25 pegawai dari Dinas Kopumdag telah menjalani tes urine dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruhnya dinyatakan negatif.
Kemudian, di Diskominfo SP Tuban, ada 24 sampel urine dari pegawai dinyatakan negatif, namun satu pegawai terindikasi positif dan telah terkonfirmasi karena mengonsumsi obat resep dokter.
“Kalau dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tuban, sebanyak 25 pegawai juga telah menjalani tes urine dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruhnya dinyatakan negatif,” ucap Tri Tjahyono.
Lanjut, pihaknya juga menyampaikan bahwa kegiatan tes urine yang dilakukan selama beberapa hari ini untuk deteksi dini tes urine sebagai upaya langkah nyata dalam mewujudkan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan.
“Tes urine ini sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika,” paparnya.
Sehingga pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini untuk menekan pentingnya upaya bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja.
“Deteksi dini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mengidentifikasi potensi penyalahgunaan narkotika serta memberikan edukasi kepada masyarakat bahaya narkotika,” kata Tri Tjahyono.
Tri Tjahyono juga mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi obat yg tidak menggunakan resep dokter, karena beberapa obat ada kandungan narkotikanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kopumdag, Drs. Agus Wijaya berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Dukungan penuh dari seluruh instansi akan membantu mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
“Harapannya deteksi dini dapat menjadi contoh positif bagi instansi lainnya dalam menerapkan program serupa sebagai upaya bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersinar (bersih narkoba),” tutup Agus Wijaya. [Ayu/ian]






