Sumenep (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep memperkirakan musim penghujan di Sumenep akan dimulai pada Desember 2023, bisa pada dasarian (sepuluh harian: red) satu hingga dasarian tiga.
“Kalau sekarang ini belum bisa dikategorikan sebagai musim penghujan. Ini masih pancaroba atau peralihan. Kalaupun terjadi hujan seperti kemarin, intensitasnya sangat rendah,” kata Kepala BMKG Sumenep, Usman Khalid, Senin (20/11/2023).
Ia menjelaskan, musim penghujan tahun ini relatif mundur dibanding tahun-tahun sebelumnya, sebagai dampak dari fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau panjang. “Kalau untuk puncak musim penghujan diperkirakan nanti pada Januari atau Februari 2024,” ujar Usman.
Ia menambahkan, saat musim pancaroba seperti sekarang, yang perlu diwaspadai adalah cuaca ekstrem. Kemudian potensi terjadinya angin kencang dan angin puting beliung di daerah-daerah rawan. “Selain itu, juga harus diwaspadai petir dan hujan lebat berdurasi singkat yang sporadis, terutama di daerah-daerah yang setiap tahun terdampak,” terangnya.
Usman mengatakan, saat tiba musim penghujan nanti, harus diwaspadai untuk daerah-daerah yang rawan bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Ketika sudah masuk musim hujan, bencana-bencana alam seperti itu yang rawan terjadi. Ini yang harus diwaspadai oleh masyarakat,” ucapnya. (tem/kun)
BACA JUGA: Harga Gula Pasir dan Cabai di Sumenep Bikin Meringis






