Ringkasan Berita:
- BMKG memastikan gempa di tenggara Jember tidak berpotensi tsunami.
- Gempa berkekuatan 5,1 magnitudo terjadi di laut dengan kedalaman 14 kilometer.
- Getaran gempa dirasakan hingga Banyuwangi, Malang, Denpasar, dan Trenggalek.
- BPBD Jember mengimbau warga tetap tenang dan waspada terhadap bangunan retak.
Jember (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan gempa bumi yang terjadi di kawasan tenggara Kabupaten Jember, Selasa (26/5/2026), tidak berpotensi tsunami.
Gempa tersebut terjadi dengan episenter berada pada koordinat 9,07° LS dan 113,82° BT, atau tepatnya di laut sekitar 99 kilometer arah tenggara Jember dengan kedalaman 14 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi.
“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” katanya dalam siaran pers.
Selain dirasakan di Jember, getaran gempa juga terasa di sejumlah daerah lain seperti Banyuwangi, Bondowoso, Malang, Blitar, Trenggalek, hingga kawasan Denpasar, termasuk Kuta dan Kuta Selatan.
BMKG juga memastikan hingga pukul 15.55 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
“Hingga pukul 15.55 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Ricko.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.
Ia meminta warga menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat getaran gempa.
“Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” katanya.
Edi juga meminta masyarakat memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali masuk ke dalam rumah.
“Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bumi yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya. [wir/beq]






