Banyuwangi (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III, Banyuwangi memprediksi terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Tapal kuda.
Daerah itu meliputi, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan termasuk Kabupaten Probolinggo.
Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi, Rahmayani, cuaca ekstrem itu disebabkan dipicu oleh masih terjadinya tiga siklon tropis di wilayah Indonesia. Terutama berdampak pada di daerah-daerah Tapal Kuda tersebut.
“Dikarenakan tiga siklon ini terdampak terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur termasuk di wilayah tapal kuda,” ungkapnya.
Tiga siklon tropis tersebut menyebabkan terjadi munculnya hujan disertai angin kencang.Termasuk berdampak pula pada terjadinya gelombang tinggi di laut.
“Dampaknya juga bisa menyebabkan bencana hidrometrologi berupa, hujan lebat, angin kencang puting beliung hingga tanah longsor,” terangnya.
BMKG mengimbau potensi bencana di daerah-daerah rawan. Terutama di sekitar lereng gunung, bukit dan daerah dengan ketinggian.
“Untuk wilayah Banyuwangi, daerah rawan longsor berpotensi terjadi di sekitar lereng gunung Ijen dan Gunung Raung serta jalur Gunung Gumitir. selain itu juga jalur ke Gunung Ijen di jalur erek-erek,” jelasnya.
Hingga saat ini dampak cuaca ekstrem akibat tiga siklon tropis tersebut mulai terasa. Banyuwangi diguyur hujan dengan intensitas tinggi hingga lebat disertai angin kencang. Terbukti, di sejumlah wilayah dan kecamatan dilaporkan terjadi pohon tumbang akibat terpaan angin kencang dan hujan. (rin/ted)






